Laba Terbang 33,80%, Saham BSI (BRIS) Dekati Level Tertinggi Baru
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Syariah Indonsia Tbk (BRIS) atau BSI berhasil mencatatkan lompatan laba bersih sebanyak 33,80% menjadi Rp 5,70 triliun sepanjang 2023, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 4,26 triliun. Kenaikan ini menjadikan laba per saham dasar BRIS meningkat pesat dari Rp 102,54 menjadi Rp 123,65 per saham.
Manajemen BRIS dalam laporan kinerja keuangan di Jakarta, Rabu (13/3/2024) disebutkan, pertumbuhan tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan atau hak bagi hasil milik bank dari Rp 15,59 triliun menjadi Rp 16,25 triliun pada 2023.
Baca Juga
Lampaui Industri, Sekuritas Ini Pasang Target Harga Saham Bank Syariah (BRIS) Rp 2.700
Pertumbuhan laba juga didukung peningkatan pendapatan imbalan jasa perbankan dari Rp 2,68 triliun menjadi Rp 3,11 triliun. Pendapatan usaha lainnya juga naik tipsi dari Rp 1,01 triliun menjadi Rp 1,09 triliun.
Sedangkan beban usaha naik dari Rp 9,89 triliun menjadi Rp 10,24 triliun. Sebaliknya beban cadangan kerugian turun dari Rp 3,74 triliun menjadi Rp 2,62 triliun. Alhasil laba usaha melesat dari Rp 5,64 triliun menjadi Rp 7,59 triliun.
BSI (BRIS) juga mencatatkan lompatan total aset dari Rp 305,72 triliun menjadi Rp 353,62 triliun tahun 2023. Adapun liabilitas naik dari Rp 73,65 triliun menjadi Rp 87,22 triliun.
Baca Juga
Terkait pergerakan harga saham BRIS terpantau lanjutkan penguatan pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini. Hingga pukul 14.15 WIB, saham BRIS melesat Rp 190 (7,31%) menjadi Rp 2.790. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 2.610-2.800.
Berdasarkan data, saham bank syariah terbesar di Indonesia ini telah melesat 64,11% year to date (ytd) atau sepanjang 2024 berjalan. Saham BRIS melesat dari level penutupan akhir 2023 Rp 1.740 menjadi Rp 2.790. Bahkan, saham BRIS kian mendekati harga tertingginya sepanjang masa senilai Rp 2.886 pada 24 Februari 2021.

