Midi Utama (MIDI) Pertebal Modal Anak Usaha Restoran Rp 70 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – Pengelola ritel modern Alfa Midi, PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) menggelontorkan dana sebesar Rp 70 miliar untuk PT Lancar Wiguna Sejahtera (LWS).
Nama terakhir merupakan anak usaha Perseroan yang bergerak di bisnis pedagang eceran dan restoran dengan kepemilikan langsung sebesar 70% saham.
Direksi PT Midi Utama Indonesia Tbk menyampaikan, penambahan modal dilakukan perseroan dengan cara mengeksekusi saham baru yang diterbitkan LWS, sesuai porsi kepemilikan Perseroan yaitu 70%.
Adapun jumlah saham baru yang diterbitkan LWS sebanyak 103,52 juta lembar dengan nilai Rp 100 miliar. Harga pelaksanaan sebesar Rp 966 per saham dengan harga nominal Rp 100 per saham. Transaksi penambahan modal ini dilakukan WIDI pada 8 Januari 2024.
Baca Juga
Bergerak Dramatis, Saham Pendatang Baru Citra Nusantara (CGAS) dari Koreksi hingga Cetak ARA
‘’Saham baru yang diterbitkan LWS diambil bagian secara proporsional oleh Perseroan dan pemegang saham lainnya,’’ ulas Manajemen WIDI sebagaimana keterbukaan informasi yang dilansir, Senin (8/1/2024).
Setelah transaksi tersebut WIDI mempertahankan porsi kepemilikannya pada LWS sebesar 70%, sedangkan pemegang saham lainnya masing-masing PT Amanda Cipta Persada dengan kepemilikan 20,34%, PT Cakrawala Mulia Prima 4,83% dan PT Perkasa Internusa Mandiri sebesar 4,83%.
Terkait kinerja, tahun ini MIDI membidik pertumbuhan pendapatan sebesar 11%. Pertumbuhan tersebut akan didukung penambahan gerai baru dan estimasin kenaikan penjualan SSSG Alfamidi mencapai 6%.
Corporate Secretary Midi Utama Suantopo Po mengatakan, perseroan optimistis dengan prospek bisnis ritel tahun 2024.
Baca Juga
Samuel Sekuritas: Trading Buy Saham BBNI, BBCA, BRMS, CPIN, RAJA, MIDI
“Melalui perencanaan yang matang dan eksekusi yang cepat, tepat, dan berdasarkan analisis risiko yang terukur, perseroan berharap dapat terus menghadirkan layanan ritel yang berkualitas guna memenuhi kebutuhan pelanggan,” terangnya dalam penjelasan resminya di Jakarta, Rabu (20.12.2023).
Pertumbuhan pendapatan tersebut sejalan dengan target pembukaan sebanyak 200 gerai baru Alfamidi tahun 2024. Perseroan juga berencana membuka sebanyak 250 gerai baru Lawson, yaitu terdiri atas 50 gerai format stand-alone dan 200 gerai format store-in-store.
Dia melanjutkan, perseroan juga menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pemilihan lokasi gerai, menjaga keseimbangan antara kuantitas dan kualitas, memprioritaskan profitabilitas karena suatu gerai baru Lawson memerlukan waktu sekitar tiga tahun untuk mencapai periode payback.
Perseroan juga berencana untuk merelokasi operasional dua gudang yang sewa di provinsi Sulawesi Utara dan Sulawesi Tenggara ke gudang baru milik perseroan pada provinsi yang sama. Gudang tersebut direncanakan beroperasi masing-masing pada kuartal ke-2 dan ke-4 tahun 2024.

