Ada Kabar Baru Soal Rencana Right Issue Bank Neo Commerce (BBYB)
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) menyampaikan kabar baru terkait rencana penawaran umum terbatas (PUT) dengan mekanisme Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMTED) Tahap VIII atau right issue sebanyak 5 miliar lembar saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham.
Rencana aksi korporasi ini telah diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSL) PT Bank Neo Commerce Tbk pada 5 Agustus 2023 lalu.
Diketahui, PT Akulaku Silvrr Indonesia, memiliki 27,32% saham, sekaligus merupakan pemegang saham pengendali Perseroan. Sementara Rockcore Financial Technology Co.Ltd memang sebesar 6,12% saham, telah menyatakan kesanggupan untuk melaksanakan seluruh HMETD yang dimilikinya untuk membeli saham baru yang diterbitkan dalam rangka PMHMETD VII.
Baca Juga
IHSG Berpeluang Menguat, Pantau Saham INKP, ANTM, SRTG dan HRUM
Berdasarkan prospektus yang dipublikasikan Perseroan, setiap pemegang saham yang memiliki 100 juta saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 6 Desember 2023 pukul 16.00 WIB mempunyai 41.532.324 HMETD di mana setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru yang ditawarkan.
HMETD ini diperdagangkan di BEI dan dilaksanakan selama 5 hari kerja mulai tanggal 8 Desember 2023 sampai dengan 14 Desember 2023.
Pemegang saham eksisting yang tidak melaksanakan HMETD berpotensi mengalami penurunan persentase kepemilikan saham secara proporsional (dilusi) sebanyak-banyaknya 29,34% sesuai dengan skema dan struktur PMHMETD VII Perseroan.
Baca Juga
Jika saham baru yang ditawarkan dalam raight issue ini tidak seluruhnya diambil bagian atau dibeli oleh pemegang saham Perseroan atau Pemegang HMETD, maka sisanya akan dialokasikan kepada Pemegang HMETD lainnya yang melakukan pemesanan lebih besar dari haknya secara proporsional berdasarkan atas jumlah HMETD yang telah dilaksanakan oleh masing-masing pemegang saham yang meminta penambahan efek berdasarkan harga pelaksanaan.
Dalam aksi korporasi ini tidak terdapat pembeli siaga. Dengan demikian, apabila setelah alokasi tersebut masih terdapat sisa HMETD yang tidak dilaksanakan, maka terhadap seluruh HMETD yang tersisa tersebut tidak akan dikeluarkan saham dari portepel.
Adapun penggunaan dana hasil right issue oleh perseroan akan dialokasikan sekitar 40% sebagai modal untuk mendukung ekspansi kredit Perseroan baik pada segmen pasar ritel maupun korporasi.
Kemudian sekitar 45% akan digunakan untuk kegiatan operasional perbankan, antara lain namun tidak terbatas pada, rekrutmen dan pengembangan sumber daya manusia, promosi untuk memperoleh pengguna baru Neobank.
Sekitar 15% akan digunakan untuk mendukung pengembangan Teknologi Informasi, antara lain namun tidak terbatas pada untuk pengembangan aplikasi Digital Banking.

