Wintermar (WINS) Bagikan Dividen Tunai dan Saham Bonus, Nilainya Segini
JAKARTA, investortrust.id – PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) mengusulkan pembagian dividen tunai final tahun buku 2024 senilai Rp 8,73 miliar atau Rp 2 per saham. Perseroan juga mengusulkan pembagian saham bonus dengan rasio 46:1.
Usulan pembagian dividen tersebut didasarkan kapitalisasi saldo laba yang belum ditentukan penggunaanya bernilai US$ 19,63 juta atau setara dengan Rp 331,50 miliar tahun 2024. Usulan tersebut akan diputuskan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) perseroan pada 3 Juni 2025.
Baca Juga
Wintermar (WINS) Cetak Lonjakan Laba Atribusi 237% hingga Kontrak Baru Ini
Manajemen WINS dalam penjelasan resminya menyebutkan dengan menggunakan acuan harga saham Rp 370 per saham, maka jumlah saham bonus yang bakal dibagikan mencapai 94,40 juta lembar. Jumlah tersebut setara dengan rasio 46:1 direncanakan dividen saham tersebut akan diterima pemegagn saham pada 2 Juli 2025.
Tahun lalu, Wintermar Offshore (WINS) mencatatkan lonjakan laba tahun berjalan yang dapati diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 237% menjadi US$ 22,49 juta pada 2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 6,67 juta.
Selain itu, manajemen WINS mengumumkan tengah mengerjakan kontrak senilai US$ 66 juta hingga Februari 2025. Perseroan juga telah memesan armada baru Platform Supply vessel baru untuk serah terima tahun 2026.
Baca Juga
BRI Danareksa: IHSG bisa Lanjutkan Koreksi Hari Ini, Tiga Saham Ini Direkomendasikan Beli
Pertumbuhan pendapatan ini sejalan dengan kenaikan pendapatan sebanyak 13,5% menjadi US$ 82,36 juta pada 2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 72,56 juta. Penyumbang terbesar pendapatan berasal dari pendapatan kapal milik sendiri senilai US$ 62,08 jtua dan kapal sewa mencapai US$ 13,74 juta. Sisanya disumbangkan pendapatan lainnya bernilai US$ 6,52 juta.
Terkait prospek bisnis perseroan tahun 2025, manajemen WINS menyebutkan, akan terdorong sentimen positif peningkatan investasi proyek utama laut migas. Terdapat berapa proyek Engineering Procurement (EPCI) yang memerlukan kapal OSV untuk proyek-proyek jangka pendek, dan ini menyebabkan utilisasi armada OSV lebih fluktuatif.

