Bagikan

Indosat (ISAT) Dorong Transformasi Tambang dengan Teknologi AI, Apa Saja Keuntungannya?  

JAKARTA, investortrust.id – PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) siap mendorong transformasi industri pertambangan dengan menerapkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Transfomrasi ini dinilai menjadi solusi dalam menghaadpi tantangan operasional.

Director & Chief Business Officer Indosat, M. Danny Buldansyah, memberi contoh kasus yang disinggung adalah efisiensi waktu. Meski tidak memberikan angka pasti, ia menyebutkan bahwa AI bisa menyelesaikan banyak masalah.

“Kalau eksplorasi (area tambang) biasanya bisa makan waktu berminggu-minggu, sekarang dengan AI bisa selesai dalam satu minggu. Bahkan, dalam beberapa kasus efisiensinya bisa sampai 90%,” kata Danny di kantor Indosat, Jakarta, Rabu (23/4/2025).

Baca Juga

Merger Tuntas, Prospek dan Target Saham EXCL makin Menggiurkan 

Lebih lanjut, efisiensi tersebut diperoleh dari pemrosesan data geologi menggunakan model AI yang menganalisis potensi kandungan mineral secara cepat dan akurat. Selain memangkas waktu eksplorasi, AI bisa digunakan untuk penguatan sistem keselamatan kerja tambang. 

Contoh lainnya adalah penerapan teknologi video analytics yang digunakan untuk mendeteksi perilaku berbahaya di lapangan. Kamera yang terhubung dengan sistem AI mampu mengenali aktivitas merokok di area terlarang atau mendeteksi peningkatan suhu yang mengindikasikan potensi kebakaran. 

“AI bisa langsung mengirimkan warning kalau ada yang merokok atau suhu terlalu tinggi di smelter,” tambah Danny.

Di sisi operasional, Indosat juga menyediakan solusi fleet management berbasis AI yang mengatur pola akselerasi dan pengereman kendaraan tambang berat. Ini bertujuan untuk menghemat bahan bakar dan memperpanjang usia pakai ban kendaraan, yang dalam skala tambang bisa berdampak signifikan pada efisiensi biaya. Sistem ini juga memonitor gaya berkendara operator, memberikan peringatan jika terdeteksi manuver berbahaya.

Baca Juga

Persaingan Sengit Telkomsel, Indosat, dan XLSmart, Siapa Paling Memikat?

Tidak hanya efisien, teknologi ini juga membantu perusahaan tambang untuk memenuhi standar kepatuhan dan regulasi. Data yang dikumpulkan dari berbagai sensor dan kamera dianalisis secara otomatis untuk menghasilkan laporan rutin dan mendeteksi potensi pelanggaran lebih awal. Hal ini sangat penting mengingat ketatnya pengawasan di sektor ini.

Lebih lanjut, proyek AI untuk sektor tambang ini juga didorong oleh kerja sama erat antara Indosat dan kementerian-kementerian terkait, termasuk Kementerian ESDM dan Kemkomdigi. Danny menyebut hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa teknologi yang dikembangkan tetap sesuai dengan regulasi nasional dan bisa diintegrasikan secara sistemik.

“Tambang ini hanya pintu masuk. Ke depan, AI bisa masuk ke industri lain seperti transportasi, logistik, bahkan pemerintahan,” tutup Danny. (C-13)

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024