Saham Emiten Properti Ini (SMRA) Simpan Potensi Kenaikan Harga Pesat Bisa 98%
JAKARTA, investortrust.id – BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp 800 untuk saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA). Dengan target tersebut terbuka potensi penguatan lebih dari 98% dibandingkan harga penutupan saham SMRA level Rp 404 kemarin.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa target tersebut menggambarkan upaya Summarecon (SMRA) untuk memfokuskan monetisasi proyek-proyek yang sedang berjalan, seperti penambahan jumlah dan ekspansi luas mall.
Baca Juga
Usai Sahamnya Balik ke Atas Rp 10.000, Emiten Aguan-Salim Ini (PANI) Umumkan Agenda Penting Ini
Target harga tersebut juga mempertimbangkan target peningkatan penjualan property (marketing sales) bernilai Rp 5 triliun tahun ini, dibandingkan perolehan tahun lalu Rp 4,4 triliun. Target tersebut diharapkan tertopang berlanjunya program insentif pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) penjualan property dengan harga tertentu.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Ismail Fakhri Suweleh mengatakan, perseroan juga tengah gencar memperkuat segmen pendapatan berkelanjutan melalui perluasan sejumlah mall yang dimiliknya. Di antaranya, ekspansi Bekasi Mall dari semula seluas 48 ribu meter persegi ditingkatkan menjadi 100 ribu meter persegi. “Kami memperkirakan perluasan tersebut dapat meningkatkan sumbangan segmen mall dari semula 4-5% menjadi 7% terhadap total pendapatan SMRA tahun 2026,” tulisnya.
Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi saham SMRA dengan target harga Rp 800. Target tersebut merefleksikan diskon 79% terhadap perkiraan nilai aset bersih (RNAV).
Baca Juga
Summarecon (SMRA) Torehkan Lompatan Laba 79,30%, Nilainya Jadi Segini
Tahun lalu, SMRA mencatatkan lompatan pendapatan bersih dari Rp 6,65 triliun menjadi Rp 10,62 triliun. Laba usaha juga melesat dari Rp 1,91 triliun menjadi Rp 3,73 triliun.
Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melesat dari Rp 765,96 miliar menjadi Rp 1,37 triliun. Kenaikan tersebut menjadikan laba per saham SMRA naik dari Rp 46,40 menjadi Rp 83,19 per saham.

