IHSG Ditutup Melesat 1,43% hingga 4 Saham Cetak ARA Dipimpin INDY dan DAAZ
JAKARTA, investortrust.id– Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (22/4/2025), ditutup menguat signifikan sebanyak 92,3 poin (1,43%) menjadi 6.538,27. Pergerakan dalam rentang 6.428-6.538 dengan nilai transaksi Rp 9 triliun.
Penguatan tersebut ditopang lompatan harga saham emiten Prajogo Pangestu dipimpin saham BREN hingga sejumlah saham sektor batu bara menjelang penerapan aturan royalty baru. Sedangkan sektor saham penyumbang utama lompatan datang dari saham sektor energi naik 3,37%, sektor material dasar naik 3,36%, sektor property naik 1,83%, sektor infrastruktur menguat 1,70%, dan sektor keuangan naik 1,36%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor consumer non primer, kesehatan, dan teknologi.
Baca Juga
Di tengah penguatan IHSG tersebut, empat saham ini catatkan lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), seperti saham PT MDTV Media Technologies Tbk (NETV) naik 34,75% menjadi Rp 190 dan saham PT Natura City Developments Tbk (CITY) naik 34,18% menjadi Rp 106.
Penguatan hingga ARA juga melanda saham PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) naik 24,49% menjadi Rp 4.270 dan PT Indika Energy Tbk (INDY) naik 24,89% menjadi Rp 1.405. Penguatan juga melanda saham PT Ifishdeco Tbk (IFSH) sebanyak 20,29% menjadi Rp 830 dan PT Harum Energy Tbk (HRUM) naik 19,58% menjadi Rp 855. Sebaliknya sejumlah saham ini catat penurunan dalam, seperti saham LPPF, FMII, CSRA, SNLK, dan JPFA.
Kemarin, IHSG ditutup naik tipis sebanyak 7,7 poin (0,12%) menjadi 6.445 dengan pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 686,73 miliar. Net sell terbanyak melanda saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 205,41 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 181,45 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 114,19 miliar.
Baca Juga
Merger Tuntas, Prospek dan Target Saham EXCL makin Menggiurkan
Penguatan tersebut didukung kenaikan saham sektor teknologi 3,39%, sektor material dasar 1,64%, sektor industry 0,43%, dan sektor kesehatan 0,19%. Sisanya sektor lain dilanda pelemahan.
Sedangkan saham dengan penguatan tertinggi hingga auto reject atas (ARA) dicatatkan saham PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) naik 34,55% menjadi Rp 148 dan PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) menguat 24,84% menjadi Rp 980.

