Pefindo Catat, Pipeline Surat Utang per Capai Rp 74,46 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat mandat (permohonan) pemeringkatan dari sejumlah perusahaan dengan nilai total penerbitan surat utang sebesar Rp 74,46 triliun.
“Mandat yang diterima Pefindo per 31 Maret 2025 ini dan juga instrumennya belum listing sejauh ini nilainya sudah mencapai nilainya sekitar Rp 74,46 triliun. Mostly ada dari sektor multifinance dengan jumlah perusahaan sekitar 10,” jelas Kepala Divisi Riset Ekonomi Pefindo, Suhindarto, Kamis (17/4/2025).
Total nilai surat utang yang mau diterbitkan perusahaan multifinance tersebut mencapai Rp 14,8 triliun. Diikuti perusahaan perbankan sebanyak lima entitas senilai total Rp 12,6 triliun.
“Memang berdasarkan historis, penerbitan dari kedua sektor ini juga cukup tinggi ya dari tahun ke tahun dan ini diteruskan juga tahun ini. Tercermin dari mandatnya yang juga masih tinggi yang memang instrumennya masih belum listing,” sambung Suhindarto.
Di posisi ketiga ada lembaga keuangan khusus yang juga mengajukan pemeringkatan Pefindo sebanyak dua perusahaan dengan total nilai di atas Rp 10 triliun. Diikuti enam perusahaan induk dengan nilai total Rp 7 triliun dan enam perusahaan pertambangan dengan nilai Rp 6,4 triliun.
Sisanya, sektor perusahaan lain mengajukan pemeringkatan Pefindo untuk penerbitan surat utang dengan nilai total masing-masing di bawah Rp 5 triliun.
Baca Juga
Pefindo Resmi Jadi Peninjau Eksternal Ebus Berlandaskan Lingkungan
Sedangkan dilihat dari jenis instrumennya, Pefindo mencatat, Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) obligasi dan obligasi biasa masih mendominasi pipeline penerbitan surat utang dengan nilai total Rp 9,5 triliun. Disusul PUB sukuk sebesar Rp 7,94 triliun, Sukuk Rp 2,28 triliun, MTN Rp 2 triliun dan Sekuritas Rp 300 miliar.
“Berdasarkan jenis institusinya tahun ini memang cukup didominasi oleh non-BUMN dibandingkan BUMN Group maupun BUMN dan anak perusahaannya, serta BUMD itu sendiri,” jelas Suhindarto.
Jumlah mandat pemeringkatan surat utang korporasi yang sudah masuk ke Pefindo sampai 31 Maret 2025, sekitar 33 dari perusahaan non-BUMN atau swasta. Sisanya, sebanyak 18 perusahaan adalah BUMN dan anak perusahaannya, serta BUMD.
Namun kalau dilihat secara nilai, total nilai surat utang yang akan diterbitkan dua jenis perusahaan tersebut, cukup berimbang. BUMN atau grup usahanya termasuk anak perusahaan maupun BUMD, tercatat merencanakan penerbitan surat utang senilai total Rp 36,8 triliun. Sedangkan perusahaan-perusahaan non-BUMN mencatatkan total surat utang senilai Rp 37,62 triliun yang ingin diterbitkan.
Baca Juga

