Golden Eagle (SMMT) Private Placement Saham, Bidik Dana Segini
JAKARTA, investortrust.id – PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) akan menggelar penerbitan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu atau private placement dengan target dana Rp 220 miliar. Saham baru tersebut akan diambil seluruhnya oleh PT Sinar Unggul Internasional bersama dengan lima investor perorangan.
Manajemen SMMT dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (15/4/2025), menyebutkan bahwa perseroan akan menerbitkan sebanyak 275 juta saham dengan harga pelaksanaan Rp 800 per saham.
“Perseroan telah berusaha untuk mencari investor strategis, namun dalam kondisi ekonomi yang penuh tantangan belakangan ini minat dan pilihan dari calon investor strategis adalah sangat terbatas. Sedangkan PT Sinar Unggul Internasional menjadi pihak yang telah menyatakan keseriusan membeli saham baru tersebut,” tulisnya dalam penjelasan resminya.
Baca Juga
Berpotensi Raup Dana Rp 259 miliar, Golden Eagle (SMMT) Rancang Private Placement
Berdasarkan data, PT Sinar Unggul Internasional akan membeli sebanyak 131,75 juta saham baru SMMT dengan harga pelaksanaan Rp 800 per saham. Sisa saham akan diambil Darwin sebanyak 18 juta, Sumardi sebanyak 31,25 juta, Harun Pandapotan sebanyak 31,50 juta, Benny Pontian Muslim sebanyak 43,75 juta, dan Angelo Fernandus sebanyak 18,75 juta.
Manajemen SMMT menambahkan bahwa Sinar Unggul Internasional telah menunjukkan keseriusan serta dengan kesiapan dana untuk mengambil bagian atas saham baru yang diterbitkan SMMT. Sebagaimana diketahui Komisaris Utama SMMT Budi Susanto juga bertindak sebagai direktur Sinar Unggul Internasional.
Selain menyatakan kesanggupan dana, Sinar Unggul Internasional memiliki pengalaman dalam industri pertambangan di Indonesia dengan rekam jejak yang solid, sehingga kehadiran Sinar Unggul Internasional diyakini bisa mendukung keberlangsungan usaha serta membuka peluang pertumbuhan yang berkelanjutan SMMT dalam jangka panjang.
Baca Juga
Hingga 2024, SMMT mencatatkan penurunan pendapatan dari Rp 1,01 triliun menjadi Rp 816,95 miliar. Penurunan tersebut berdampak terhadap penurunan laba kotor dari Rp 177,37 miliar menjadi Rp 44,22 miliar.
SMMT juga mencatatkan penurunan drastic laba tahun berjalan dari Rp 255,97 miliar menjadi Rp 35,79 miliar. Penurunan tajam ini juga dipengaruhi pelemahan laba bersih dari entitas asosiasi dari Rp 185,65 miliar menjadi Rp 31,33 miliar.

