MUFG Siap Luncurkan Stablecoin Pertama Sesuai Regulasi di Jepang
JAKARTA, investortrust.id - Salah satu bank terbesar di Jepang yaitu Mitsubishi UFJ Trust and Banking Corporation (MUFG) tengah bersiap mencetak sejarah sebagai lembaga keuangan pertama di negara itu yang meluncurkan stablecoin berbasis yen (JPY) yang sepenuhnya patuh pada regulasi nasional.
Langkah ini menandai babak baru dalam transformasi keuangan digital Jepang yang semakin terbuka terhadap aset kripto dan teknologi blockchain. Stablecoin MUFG dibangun di atas Progmat Coin, platform infrastruktur digital yang dirancang khusus untuk memungkinkan bank dan lembaga keuangan berlisensi menerbitkan stablecoin yang aman, transparan, dan legal.
Inisiatif ini menyusul pembaruan Undang-Undang Layanan Pembayaran oleh pemerintah Jepang pada pertengahan 2023, yang membuka jalan bagi bank tradisional untuk masuk ke pasar stablecoin dengan payung hukum yang jelas.
Baca Juga
MUFG Group dan Danamon Optimistis NPL Bank dan Pembiayaan Tetap Baik
MUFG memanfaatkan lisensi perwaliannya untuk menjadi pelopor, menciptakan bukan sekadar token digital, melainkan alat pembayaran sah yang dilindungi undang-undang. “Ini bukan hanya soal teknologi, tapi soal membangun kepercayaan di era digital,” ujar salah satu pejabat MUFG yang enggan disebutkan namanya, dilansir dari CryptoNewshFlash, Senin (14/4/2025).
Sementara itu, pemerintah Jepang Japan Financial Services Agency (FSA) tengah menggodok revisi Undang-Undang Instrumen Keuangan dan Bursa. Revisi ini bertujuan memberikan status hukum penuh terhadap aset kripto seperti Bitcoin, yang memungkinkan mereka dikategorikan layaknya saham atau obligasi.
Baca Juga
MUFG Bakal Tingkatkan Pendanaan ESG hingga JPY 100 Triliun pada Tahun 2030
Jika terwujud, langkah ini akan menjadikan Jepang sebagai salah satu negara pertama yang menempatkan Bitcoin dalam kerangka hukum keuangan formal. FSA juga mengusulkan klasifikasi baru untuk aset digital, yakni token proyek dan aset kripto terdesentralisasi seperti Bitcoin dan Ethereum. Tujuannya jelas, menciptakan sistem regulasi yang lebih terorganisir dan sejalan dengan standar internasional.
MUFG tidak berjalan sendiri dalam membangun ekosistem keuangan digital. Mereka telah menggandeng berbagai mitra strategis seperti Bitbank, SBI Holdings, dan GMO Aozora Net Bank. Salah satu fokus utamanya adalah penggunaan stablecoin untuk menyelesaikan transaksi lintas batas, menggantikan proses transfer internasional konvensional yang mahal dan lambat.
Langkah kolaboratif ini juga dirancang untuk menjangkau negara-negara berkembang, memanfaatkan stablecoin sebagai solusi efisien dan murah dalam perdagangan internasional.

