MicroStrategy Isyaratkan Tambah Bitcoin Lagi Meski Pasar Kripto Bergejolak
JAKARTA, investortrust.id - Salah satu pendiri MicroStrategy Michael Saylor mengisyaratkan bahwa perusahaannya berencana kembali mengakumulasi Bitcoin dalam waktu dekat, usai sempat menghentikan pembelian selama hampir dua minggu. Langkah ini memperkuat posisi MicroStrategy sebagai salah satu investor institusional terbesar aset kripto tersebut.
Melansir CoinTelegraph, Senin (14/4/2025), pada 31 Maret lalu MicroStrategy telah mengakuisisi tambahan 22.048 Bitcoin, menjadikan total kepemilikannya mencapai 528.185 Bitcoin. Akumulasi ini mencatatkan keuntungan belum terealisasi sebesar lebih dari US$ 8,6 miliar atau meningkat sekitar 24%.
Langkah akumulasi ini terjadi di tengah tekanan pasar kripto dan keuangan global. Harga Bitcoin sempat turun di bawah US$ 80.000, namun tetap menunjukkan ketahanan relatif jika dibandingkan dengan alternative coin (altcoin) dan pasar saham.
Baca Juga
CEO MicroStrategy Soroti Pentingnya Bitcoin dalam Cadangan Kripto AS yang Baru
Sebaliknya, altcoin telah mencatat koreksi yang lebih tajam. Data dari Total3 menunjukan, indikator yang melacak kapitalisasi pasar kripto non Bitcoin dan non Ether menunjukan penurunan lebih dari 33% sejak puncaknya pada Desember 2024.
Situasi ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik dan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China, yang turut menyeret pasar saham global dalam aksi jual senilai US$ 5 triliun. Pemerintah AS di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump yang kembali mengeluarkan tarif besar-besaran menjadi katalis utama pelemahan aset berisiko.
Baca Juga
MicroStrategy Kembali Borong Bitcoin, Total Kepemilikan Capai 447.470 BTC
Namun, Bitcoin tampaknya justru mendapat tempat sebagai aset lindung nilai baru. Narasi Bitcoin sebagai penyimpanan nilai (store of value) semakin menguat, terutama di tengah ancaman inflasi yang diperkirakan kembali melonjak 10-15% dalam beberapa waktu mendatang.
CEO Blockstream dan tokoh cypherpunk Adam Back mengungkapkan, tekanan makro ekonomi saat ini akan mendorong Bitcoin semakin dekat untuk menggantikan peran emas. “Ada prospek nyata bahwa Bitcoin akan bersaing dengan emas dan kemudian mengambil alih beberapa kasus penggunaan emas,” katanya.

