BEI Bidik IPO 62 Perusahaan di 2024, kok Lebih Sedikit?
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) membidik jumlah perusahaan tercatat di bursa pada 2024 bertambah 62 perusahaan. Target ini turun atau lebih sedikit dibandingkan realisasi 2023 yang mencapai 79 perusahaan.
Namun, Direktur Utama BEI, Iman Rachman menegaskan, dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan pasar modal, pihaknya optimistis dapat merealisasikan jumlah IPO perusahaan yang lebih banyak dibandingkan 2023.
Target lebih tinggi yang dimaksud, antara lain peningkatan likuiditas perdagangan dengan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) Rp 12,25 triliun pada 2024. Sedangkan target penerbitan produk investasi secara total 230 pencatatan efek, merujuk rencana kerja dan anggaran tahunan (RKAT) bursa.
“Kalau tahun ini sudah 235 efek, sebagian besar karena structured warrant. Dengan perubahan pandemi jadi endemi, investor mulai bertransaksi saham, ini target-target perusahaan secara kuantitatif,” tutur Iman dalam Konferensi Pers Penutupan Perdagangan BEI 2023, Jumat (29/12/2023).
Baca Juga
Nilai Transaksi Harian BEI Turun 27% Jadi Rp 10,78 Triliun, Ada Apa?
Iman Rachman menjelaskan, dibandingkan RNTH 2022, transaksi harian di bursa tahun ini turun 27% menjadi Rp 10,7 triliun dari kisaran Rp 14 triliun per hari tahun lalu.
“Dibandingkan 2021 dan 2022 memang ada penurunan. Namun, kalau dilihat sebelum pandemi, apa yang dicapai tahun ini meningkat dari rata-rata Rp 9 triliunan. Jadi, kalau kita lihat before pandemi, ini ada peningkatan,” papar dia.
Selain mengharapkan peningkatan RNTH tahun depan, kata Iman, BEI membidik penambahan 2 juta investor baru dari jumlah tahun ini yang sekitar 12,16 juta single investor identification (SID).
Iman menegaskan, BEI bersama self regulatory organization (SRO) terus berupaya menjaga kelangsungan pertumbuhan pasar modal Indonesia ke depan. Untuk menghadapi tantangan baru ke depan, BEI memiliki tiga fokus utama, yakni pendalaman pasar, perlindungan investor, serta sinergi dan konektivitas regional.
Baca Juga
BEI Pamer Kinerja 2023: IHSG Menguat 6,62% dan IPO Terbanyak ke-6 Dunia
“Fokus ini bertujuan menumbuhkan sejumlah produk dan layanan yang kredibel bagi seluruh pemangku kepentingan, didukung pemanfaatan teknologi terkini, serta mampu melindungi kepentingan investor pasar modal,” tandas dia.
Iman Rachman menambahkan, tahun depan, BEI berencana meluncurkan Single Stock Futures (SSF) dan Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA) Repo.

