Trump Naikkan Tarif Impor 104% ke China, Bitcoin Turun di Bawah US$ 77.000
JAKARTA, investortrust.id - Ketegangan perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia kembali mencapai titik didih. China menyatakan akan "bertarung sampai akhir" melawan pemberlakuan tarif impor sebesar 104% terhadap barang-barang asal negara tersebut mulai hari ini, Rabu (9/4/2025).
Alhasil laju Bitcoin pun terimbas, dari yang sehari sebelumnya diperdagangkan setinggi US$ 80.000 namun harus turun di bawah US$ 77.000. Bitcoin saat ini dihargai US$ 76.382, mencerminkan penurunan 4,16% selama 24 jam terakhir dan penurunan 10,53% selama 7 hari terakhir, menurut data dari Coinmarketcap pukul 06.35 WIB. Tak hanya Bitcoin, koin kripto lainnya seperti Ethereum dan XRP juga turun cukup parah masing-masing 5% lebih. Bahkan, Ethereum sudah anjlok 22,94% dalam sepekan.
Sentimen pasar kripto kembali mengalami tekanan besar. Berdasarkan data dari CoinMarketCap, Crypto Fear and Greed Index (Indeks Ketakutan dan Keserakahan Kripto) anjlok tajam ke angka 19 pada awal April, masuk ke dalam kategori Extreme Fear (Ketakutan Ekstrem).
Penurunan tajam ini terjadi seiring dengan melemahnya harga Bitcoin yang jatuh dari kisaran US$ 87.000 menjadi di bawah US$ 77.000 hanya dalam hitungan hari. Grafik menunjukkan bahwa harga sempat stabil di zona atas sepanjang pertengahan Maret hingga akhir bulan, namun mengalami penurunan signifikan mulai 4 April hingga saat ini.
Baca Juga
Robert Kiyosaki Peringatkan Jutaan Orang Bisa Jadi Pengangguran Karena Langkah Trump
Anjloknya indeks ke angka 19 mencerminkan meningkatnya kecemasan di kalangan investor. Ketika indeks berada di zona ekstrem seperti ini, biasanya pelaku pasar cenderung lebih berhati-hati, bahkan mulai melakukan aksi jual untuk menghindari potensi kerugian lebih lanjut.
Volume perdagangan Bitcoin juga mengalami sedikit peningkatan di awal April, mengindikasikan adanya lonjakan aktivitas jual beli yang bisa menjadi reaksi terhadap volatilitas pasar.
Dengan AS dan Tiongkok yang sekarang terlibat dalam perang dagang besar-besaran, tidak jelas arah mana yang akan diambil pasar selanjutnya, dan juga tidak jelas di mana harga BTC akan berada sebagai reaksi terhadap kondisi ekonomi makro global. Saat ini, BTC sedang berjuang untuk bertahan dan mempertahankan kisaran US$ 77.000.
Sementara itu, Meskipun mengalami keuntungan ekonomi yang besar, CEO Binance Richard Teng percaya ada hikmah bagi sektor aset digital dari perang tarif Trump.
"Namun, jika melihat lebih jauh ke depan, lingkungan ini juga dapat mempercepat minat terhadap kripto sebagai penyimpan nilai yang tidak berdaulat. Banyak pemegang jangka panjang terus melihat Bitcoin dan aset digital lainnya sebagai aset yang tangguh selama periode tekanan ekonomi dan perubahan dinamika kebijakan," kata Teng dalam postingan di X, Selasa (8/4/2025).
Baca Juga
Riset: Token RWA Dinilai Tetap Lebih Aman daripada Bitcoin Saat Polemik Tarif Trump
Likuidasi Ethereum Tertinggi
Pasar kripto kembali diguncang aksi likuidasi besar-besaran. Berdasarkan data dari Liquidation Heatmap selama satu jam terakhir, aset kripto ETH mencatatkan nilai likuidasi tertinggi dengan total US$ 891.66 ribu, menjadi sinyal kuat adanya tekanan jual tinggi di pasar.
Di posisi kedua, BTC mengalami likuidasi senilai US$ 644.16 ribu, menunjukkan bahwa dua aset kripto terbesar masih mendominasi arus pergerakan dan pengambilan risiko investor.
Menariknya, altcoin bernama Fartcoin menempati posisi ketiga dengan total likuidasi US$ 321,51 ribu, melampaui XRP yang mencatatkan US$ 160,14 ribu. Sementara itu, altcoin lainnya berada di angka US$ 132,02 ribu.

