Bukit Asam (PTBA) Catat Lonjakan Pendapatan Jadi Rp 42,76 Triliun di 2024, Bagaimana Labanya?
JAKARTA, investortrust.id - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berhasil membukukan lompatan pendapatan menjadi Rp 42,76 triliun pada 2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 38,84 triliun. Kenaikan tersebut sejalan dengan peningkatan penjualan batu bara sebanyak 16% menjadi 42,9 juta ton.
PTBA sebelumnya mengumumkan telah menjual sebanyak 42,9 juta ton batu bara tahun 2024. Angka tersebut menunjukkan kenaikan dari raihan tahun 2023 sebanyak 37 juta ton, tahun 2022 sebanyak 31,7 juta ton, dan tahun 2021 sebanyak 28,4 juta ton.
Baca Juga
Bukit Asam (PTBA) Raih Sertifikat Berstandar Internasional untuk Layanan Teknologi Informasi
Sebaliknya laba tahun berjalan perseroan turun dari Rp 6,29 juta ton menjadi Rp 5,13 juta ton. Penurunan dipicu atas rata-rata harga jual batu bara tahun 2024 lebih rendah dibandingkan realisasi tahun 2023. Penurunan juga dipicu peningkatan beban pokok pendapatan lebih tinggi, dibandingkan pendapatan.
Manajemen dalam rilis laporan kinerja keuangan di Jakarta, kemarin, juga menyebutkan bahwa laba bruto turun dari Rp 9,15 triliun menjadi Rp 8,20 triliun. Begitu juga dengan laba usaha turun dari Rp 7,20 triliun menjadi Rp 5,65 triliun.
Sedangkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun dari Rp 5,10 triliun menjadi Rp 5,48 triliun. Alhasil laba per saham melemah dari Rp 532 menjadi Rp 444 per saham.
Terkait penjualan batu bara perseroan tahun lalu, Corsec PTBA Niko Chandra sebelumnya mengatakan, raihan volume penjualan sebanyak 42,9 juta ton tersebut ditopang kenaikan penuaaln ekspor sebanyak 30% menjadi 20,3 juta ton dan sisanya penjualan pasar domestic.
Baca Juga
Berkat Inovasi Sosial dan Lingkungan, Bukit Asam (PTBA) Raih Dua PROPER Emas 2024
Dia mengatakan, penjulana batu bara domestic masih menjadi penyumbang terbesar terhdap volume penjualan tahunan, namun secara bauran ekspor menunjukkan peningkatan dengan kontribusi sebannyak 47% terhadap total pendapatan dan sisanya pasar domestic sebanyak 53%.
Peningkatan penjualan tersebut sejalan dengan pertumbuhan produksi batu bara perseroan menjadi 43,3 juta ton, dibandingkan tahun 2023 sebanyak 38,2 juta ton. Capaian produksi dan angkutan batu bara sebanyak 38,2 juta ton tahun 2024. Capaian produksi dan angkutan batu bara ini juga menjadi rekor tertinggi perseroan.
Sejumlah tujuan ekspor perseroan adalah India dengan penjualan 6,4 juta ton, Vietnam, Thailand, dan Malaysia menunjukkan peningkatan signifikan. Penjualan ke Vietnam meningkat 250% menjadi 3 juta ton, Thailand naik 153% menjadi 1,6 juta ton, dan Malaysia naik 221% menjadi 888,7 ribu ton.

