IHSG Jelang Libur Lebaran Naik 0,59% Jadi 6.510, Saham CBDK dan PANI Perkasa
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (27/3/2025) atau hari terakhir sebelum libur panjang lebaran ditutup lanjutkan penguatan 38,26 poin (0,59%) menjadi 6.510,62. Pergerakan indeks dalam rentang 6.417-6.510 dengan nilai transaksi Rp 9,47 triliun.
Kenaikan tersebut ditopang atas penguatan sejumlah sektor saham, seperti sektor property 1,75%, sektor industry 1,36%, sektor material dasar 0,72%, sektor keuangan 0,57%, sektor teknologi 0,40%, sektor material dasar 0,72%, dan sektor energi 0,41%. Sebaliknya pelemahan melanda saham sektor infrastruktur dan transportasi.
Baca Juga
Capaian Positif Berlanjut, IPCC Cetak Sejarah Laba Bersih Diatas Rp 200 Miliar
Sedangkan saham dengan penopang utama kenaikan hari ini adalah emiten yang dikendalikan grup Agung Sedayu dan Salim Group, yaitu PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) naik 17,24% menjadi Rp 5.950 dan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) dengan kenaikan 9,89% menjadi Rp 10.000.
Saham dengan penguatan paling tinggi dicatatkan saham PT Tira Austenite Tbk (TIRA) sebanyak 25% menjadi Rp 1.725, PT Jembo Cable Company Tbk (JECC), dan PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) menguat 17,21% menjadi Rp 1.430.
Sebaliknya saham dengan penurunan paling dalam melanda saham berikut, yaitu saham PT Wika Bangunan Gedung Tbk (WEGE), PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS), PT PP Presisi Tbk (PPRE), PT Wika Beton Tbk (WTON), dan PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL).
Baca Juga
Kemarin, IHSG ditutup melesat 236,74 poin (3,80%) menjadi 6.472,74 dan investor asing agresif membeli bersih (net buy) saham senilai Rp 2,57 triliun yang didominas empat saham bank besar, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.
Penguatan IHSG kemarinditopang atas kenaikan seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar 4,31%, sektor keuangan 3,60%, sektor infrastruktur 3,11%, sektor energi 2,51%, sektor property 2,60%, dan sektor transportasi 4%.
Penguatan pesat indeks kali ini ditopang kenaikan pesat hampir seluruh sektor saham, khususnya saham emiten BUMN. Kenaikan juga ditopang penguatan saham-saham big cap, emiten konglomerasi Prajogo Pangestu hingga Agung Sedayu.

