Saham PANI dan CBDK Anjlok hingga IHSG Terhempas
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Pantai Indah Kapuk Tbk (PANI) dan anak usahanya PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) dibukan anjlok. Penurunan tersebut sejalan dengan koreksi dalam indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (3/2/2025), lebih dari 100 poin.
Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, saham PANI anjlok hingga berada di bawah level Rp 10.000 tepatnya turun Rp 1.875 (16,41%) menjadi Rp 9.675. Begitu juga dengan saham CBDK anjlok sebanyak Rp 925 (11,21%) menjadi Rp 7.125. Penurunan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) PANI tergerus menjadi Rp 167 triliun dan terlempar dari daftar top 10 market cap BEI.
Penurunan harga saham emiten yang dikendalikan kongsi Sugianto Kusuma atau Aguan dengan Salim Group ini terjadi setelah berita pagar laut Tangerang mulai menyeruak. Apalagi ada anak usaha perseroan yang disebut mengusai lahan di laut hingga akhirnya sertifikat kepemilikan lahan tersebut dicabut oleh Kementerian Agraria.
Baca Juga
Dengan penurunan tajam saham PANI hari ini, total koreksi saham pengembang property Pantai Indah Kapuk (PIK) ini sudah anjlok sebanyak 45,67% sepanjang year to date (ytd). Sebaliknya saham CBDK masih catatkan penguatan dari level harga listing perdana Rp 4.060 di BEI pada 13 Januari menjadi Rp 7.125, namun harga tersebut sudah turun pesat dari level tertingginya Rp 11.450 pada 20 Januari.
Sebelumnya, PANI atau PIK2 terungkap ternyata pemegang 99,33% PT Cahaya Inti Sentosa (CIS), yaitu salah satu dari beberapa pihak yang memiliki sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) dan Hak Milik (SHM) di kawasan pagar laut Desa Kohod, Tangerang, Banten.
PIK2 (PANI) secara resmi menjadi pengendali CIS melalui pembelian sebanyak 88.500 saham baru yang diterbikan CIS dengan nilai Rp 4,15 triliun pada 2023. Sebelum diakuisisi PANI, PT Agung Sedayu dan PT Tunas Mekar Jaya bertindak selaku pemegang saham perusahaan tersebut dengan kepemilikan masing-masing 50% saham. Berdasarkan laporan keungan tahun 2023, CIS memiliki total aset Rp 4,65 triliun.
Baca Juga
PIK2 (PANI) Cetak Lonjakan Marketing Sales 156% di 2024, Nilainya Segini
Adapun Agung Sedayu merupakan perusahaan yang dikendalikan Aguan atau Sugianto Kusuma dan Tunas Mekar Jaya merupakan perusahaan yang dikendalikan Salim Group. Kedua perusahaan tersebut adalah pemegang masing-masing 50% saham PT Multi Artha Pratama (MAP). MAP sendiri merupakan pengendali dengan kepemilikan 89,92% saham PANI.
Berdasarkan data prospectus penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHETD II) PIK2 (PANI) yang diterbitkan tahun 2023 bahwa PANI mengakuisi sebanyak 99,33% saham CIS senilai Rp 4,15 triliun. PANI juga menggelontorkan dana senilai Rp 1,90 triliun ke CIS untuk modal kerja. Pendanaan akuisisi dan modal kerja CIS diambil bersumber dari dana perolehan PMHETD II tahun 2023.
Dalam prospektus tersebut juga disebutkan bahwa CIS merupakan perusahaan yang menguasai cadangan lahan kosong seluas 2,01 juta meter persegi atau setara dengan 201 hektare yang terletak di desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten. CIS juga tercatat sebagai salah satu anak usaha PANI dengan cadangan lahan terbesar. Tahun 2024, PANI disebut menguasai cadangan lahan seluas 1.850 hektare.
Grafik Saham PANI dan CBDK

