IHSG Dibuka Melemah Pagi Ini Terseret Profit Taking Saham Bank
JAKARTA, investortrust.id– Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (27/3/2025), dibuka melemah tipis 9,76 poin (0,15%) menjadi 6.462. Pelemahan tersebut dipicu aksi ambil untung (profit taking) saham-saham big cap, khususnya bank.
Pelemahan tersebut dipicu penurunan sejumlah sektor saham, seperti sektor material dasar, consumer non primer, dan keuangan. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor property, energi, consumer primer, dan kesehatan. Penurunan juga melanda empat saham bank besar, BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.
Meski dibuka melemah, saham PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) melesat 9% menjadi Rp 5.525, PT Sumi Indo Kabel Tbk (IKBI) naik 17,96% menjadi Rp 394, dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI) lanjutkan penguatan 8,85% menjadi Rp 246.
Baca Juga
Adi Sarana (ASSA) Bukukan Lompatan Laba Atribusi Entitas Induk 135%, Nilainya Segini
Sebaliknya penurunan melanda saham PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD), PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL), dan PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS).
Kemarin, IHSG ditutup melesat 236,74 poin (3,80%) menjadi 6.472,74 dan investor asing agresif membeli bersih (net buy) saham senilai Rp 2,57 triliun yang didominas empat saham bank besar, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.
Penguatan IHSG kemarinditopang atas kenaikan seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar 4,31%, sektor keuangan 3,60%, sektor infrastruktur 3,11%, sektor energi 2,51%, sektor property 2,60%, dan sektor transportasi 4%.
Baca Juga
Meski Cetak Kenaikan Pendapatan Jadi US$ 3,41 Miliar, Garuda (GIAA) malah Berbalik Rugi
Penguatan pesat indeks kali ini ditopang kenaikan pesat hampir seluruh sektor saham, khususnya saham emiten BUMN. Kenaikan juga ditopang penguatan saham-saham big cap, emiten konglomerasi Prajogo Pangestu hingga Agung Sedayu.
Berdasarkan data, saham empat bank cetak lompatan harga, seperti BMRI melesat 8,65% menjadi Rp 5.150, BBCA naik 5,90% menjadi Rp 8.525, BBRI naik 5,26% menjadi Rp 4.000, dan BBNI melesat 8,97% menjadi Rp 4.250.

