Mayora (MYOR) akan Buyback Saham dengan Anggaran Rp 1 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – PT Mayora Indah Tbk (MYOR) akan menggelontorkan dana senilai Rp 1 triliun untuk pembelian kembali (buyback) saham dalam kondisi pasar fluktuatif. Aksi pembelian kembali akan digelar dalam tiga bulan.
Manajemen MYOR dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/3/2025) menyebutkan bahwa dana buyback diambil dari kas internal, sehingga akan berdampak terhadap penurunan aset dan ekuitas perseroan maksimal Rp 1 triliun.
Baca Juga
Belum Tiga Bulan Masuk Bursa, Bangun Kosambi (CBDK) sudah Siapkan Buyback Rp 1 Triliun
Perseroan juga menyebutkan bahwa dengan penggunaan kas internal tersebut, buyback tidak memberikan dampak atas biaya pembiayaan perseroan. “Pelaksanaan buyback tidak akan berdampak secara material terhadap kinerja usaha dan pendapatan perseroan, karena saldo laba dan arus kas masih mencukup kebutuhan dana untuk pelaksanaan aksi ini,” tulisnya.
Sebelumnya, Mayora (MYOR) mengumumkan penurunan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp 3 triliun pada 2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 3,19 triliun. Laba per saham juga turun dari Rp 143 menjadi Rp 134 per saham.
Baca Juga
Prajogo Pangestu Gelontorkan Dana Buyback 4 Saham Emitennya Rp 5 Triliun, Pasar Merespons Positif
Tergerusnya laba tahun berjalan atribusi tersebut berbanding terbalik dengan penjualan yang justru melesat dari Rp 31,48 triliun menjadi Rp 36,07 triliun. Penurunan laba bersih dipengaruhi atas pertumbuhan beban pokok penjualan lebih besar, dibandingkan pertumbuhan penjualan. Alhasil laba kotor MYOR turun dari Rp 8,40 triliun menjadi Rp 8,30 triliun.
Perseroan juga mencatat kenaikan beban penjualan dari Rp 3,35 triliun menjadi Rp 3,52 triliun dan beban umum administrasi naik dari Rp 750,50 miliar menjadi Rp 857,91 miliar. Peningkatan ini memicu laba usaha turun dari Rp 4,29 triliun menjadi Rp 3,91 triliun.

