Belum Tiga Bulan Masuk Bursa, Bangun Kosambi (CBDK) sudah Siapkan Buyback Rp 1 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), anak usaha PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), menyiapkan dana senilai Rp 1 triliun untuk mewujudkan pembelian kembali (buyback) saham saat kondisi pasar berfluktuasi. Padahal, perseroan baru listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 11 Januari lalu atau kurang dari tiga bulan.
Dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/3/2025) menyebutkan bahwa buyback akan berlangsung 27 Maret hingga 26 Juni 2025. Buyback ini sebagai komitmen perseroan untuk menjaga keyakinan terhadap nilai pertumbuhan jangka panjang CBDK.
Baca Juga
PANI dan CBDK Kompak Torehkan Lompatan Laba di 2024, Nilainya Segini
“Langkah ini diambil untuk menjaga kestabilan antara fundamental perseroan dan fluktuasi kondisi pasar saat ini, serta tingkat kepercayaan para pemangku kepentingan dapat terus terjaga dalam mendukung usaha Perseroan untuk mewujudkan pertumbuhan yang berkelanjutan,” tulis manajemen perseroan.
Dengan aksi ini, manajemen CBDK menyebutkan bahwa perseroan menunjukkan keyakinan terhadap nilai intrinsiknya, mengoptimalkan struktur modal, serta memperkuat kemampuannya dalam memberikan nila bagi pemegang saham. Aksi ini juga sebagai indikasi bahwa perseroan memiliki likuiditas yang cukup untuk melakukan pembelian saham tanpa mengganggu kondisi keuangan.
Terkait kinerja keuangan tahun 2024, CBDK menorehkan lompatan laba tahun berjalan dari Rp 804,53 miliar menjadi Rp 1,09 triliun. Kenaikan tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan Bangun Kosambi (CBDK) dari Rp 1,95 triliun menjadi Rp 2,24 triliun.
Baca Juga
Asing Net Buy Rp 2,57 Triliun, Investor Asing Borong BMRI, BBCA, BBRI, hingga BBNI
CBDK kemudian mencatatkan pertumbuhan pesat laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dari Rp 578,54 miliar menjadi Rp 924,75 miliar. Nilai laba CBDK mengungguli induknya PANI. Kenaikan tersbeut menjadikan laba per saham CBDK naik dari Rp 113,40 menjadi Rp 181,25 per saham.
Sedangkan berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham CBDK telah melorot dari level penutupan tertingginya Rp 10.450 pada 20 Januari menjadi Rp 5.075 pada perdagangan hari ini. Meski demikian harga tersebut masih berada di atas harga IPO saham Rp 4.060 pada 13 Januar 2025.

