IHSG Sesi I Rebound 1,06% Terdorong Empat Saham Bank Besar Ini
JAKARTA, investortrust.id– Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (25/3/2025), ditutup melesat 65,01 poin (1,06%) menjadi 6.226,23. Penguatan sejalan dengan kenaikan mayoritas sektor saham.
Kenaikan didukung penguatan saham sektor saham sektor keuangan 1,75%, sektor kesehatan 2,04%, consumer primer 0,70%, sektor teknologi 0,76%, dan sektor material dasar 0,72%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor industry 0,20%.
Kenaikan tersebut juga ditopang penguatan saham empat bank besar BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI. Penguatan juga didukung big cap AMMN, DSSA, dan DCII. Sebaliknya saham emiten Prajogo, yaitu BREN, TPIA, CUAN melemah hari ini.
Baca Juga
Indeks Hang Seng Hong Kong Anjlok Lebih dari 2%, Investor Masih Cerna Ancaman Tarif Trump
Di tengah penguatan indeks tersebut, saham PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) berhasil cetak auto reject atas (ARA) dengan kenaikan 34,09% menjadi Rp 236. Kenaikan juga melanda saham PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) sebanyak 22,03% menjadi Rp 144, PT Hatten Bali Tbk (WINE) naik 20% menjadi Rp 228, PT Golden Flower Tbk (POLU) menguat 19,43% menjadi Rp 7.375, dan PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) naik 16,81% menjadi Rp 139.
Sebaliknya saham dengan penurunan paling dalam pagi ini dicatatkan saham PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS), PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI), PT Techno9 Indoensia Tbk (NINE), PT Citra Tubindo Tbk (CTBN), dan PT Arsy Buana Travelindo Tbk (HAJJ).
Kemarin, IHSG ditutup anjlok 96,96 poin (1,55%) menjadi 6.161,22 dan intraday sempat turun ke bawah 6.000. Investor asing kembali mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 160,61 miliar didominasi PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 238,54 miliar, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) Rp 96,06 miliar, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Rp 51,15 miliar.
Kejatuhan indeks dipengaruhi koreksi hampir seluruh sektor saham, kecuali saham sektor teknologi dengan kenaikan 3,79%. Penurunan terdalam melanda saham sektor material dasar 3,20%, sektor property 2,68%, sektor energi 2,63%, sektor kesehatan 2,35%, sektor consumer primer 1,65%, sektor industry 1,84%.
Baca Juga
Penurunan juga dipicu kejatuhan saham emiten konglomerasi, seperti milik Prajogo Pangestu berupa BREN, TPIA, CUAN, BRPT, dan PTRO. Penurunan juga melanda saham big cap lainnya, seperti AMMN, BBRI, dan BBNI. Sebaliknya saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) berhasil menguat 8%.
Meski IHSG anjlok, dua saham ini torehkan penguatan hingga auto reject atas PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI) naik 34,16% menjadi Rp 216 dan PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) menguat 24,35% menjadi Rp 286.

