VKTR Bakal Operasikan Truk Listrik di Kawasan Food Estate Merauke
JAKARTA, investortrust.id – PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), emiten kendaraan listrik Grup Bakrie, berencana mengoperasikan truk listrik di sektor perkebunan, khususnya kawasan food estate di seluruh Indonesia.
Director and Deputy CEO, Valentinus Bimo Kurniatmoko mengungkapkan, pihaknya tengah berdiskusi dengan mitra kerja di food estate Merauke, Papua.
“Jadi, mulai dari Kalimantan – Sumatera, tentu juga kita akan merambah sampai ke Papua, karena saat ini kita sedang ada pembicaraan dengan salah satu potential client kami di daerah Papua. Kita juga maunya dari Sabang sampai Merauke, kita bisa meluaskan pasarnya sampai ke sana,” kata Bimo seusai media gathering di The Acre, Jakarta, Senin (24/3/2025) malam.
Baca Juga
Anindya Bakrie: VKTR Bidik Produksi 3.000 Bus dan Truk Listrik
Di sisi lain, Direktur VKTR Achmad Amri Aswono Putro, menyampaikan bahwa VKTR telah menjual 14 unit truk listrik berjenis light-duty ke PT Brantas Abipraya (Persero) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada era kepresidenan Joko Widodo (Jokowi) untuk dioperasikan di Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Ada 10 unit truk dumper sama compactor untuk sampah, kita jual ke Brantas Abipraya untuk digunakan di IKN. Sebanyak empat unit di PUPR juga digunakan untuk truk pengelolaan sampah di IKN,” jelas Amri.
Sementara itu, Bimo menambahkan, VKTR telah melakukan uji coba truk listrik sebagai product testing selama 2 bulan di perkebunan Kalimantan. “Tahun lalu, kita coba di perkebunan di Sumatera. Kita coba beberapa bulan di sana, lalu kita coba juga saat ini di Kalimantan dengan medan lumayan menantang, kita akan benar-benar melihat daya tahan truk listrik ini dibandingkan dengan yang eksis,” ungkap dia.
Sebagai informasi, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah meninjau proyek cetak sawah food estate Distrik Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Kamis (27/2/2025).
Baca Juga
Grup Bakrie Ungkap Strategi Baru Memacu Populasi Bus dan Truk Listrik
Amran mengatakan, pihaknya telah menggelontorkan Rp 15 triliun untuk program swasembada pangan. Anggaran jumbo itu salah satunya untuk mendukung proyek food estate di Merauke dengan cakupan optimasi lahan (oplah) dan ekstensifikasi lahan di lumbung pangan seluas 1 juta hektare (ha) itu.
Dikatakan Amran, saat ini proyek food estate Merauke terus dipercepat. Awal 2025, pemerintah menargetkan 100.000 ha cetak sawah baru ditambah 300.000 ha oplah secara nasional. Saat ini, pemerintah telah mengoptimalisasi lahan sekitar 40.000 ha dari potensi 1,2 juta ha lahan pertanian di Merauke.
Adapun oplah ini diklaim mendongkrak indeks tanam menjadi 2-3 kali setahun dan produktivitas rata-rata naik menjadi 6-7 ton/ha.

