IHSG Dibuka Melemah Akibat Koreksi Mayoritas Sektor Saham, Sebaliknya DCII Jadi Penyelamat
JAKARTA, investortrust.id– Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (21/3/2025), dibuka melemah degan penurunan mencapai 22 poin (0,38%) menjadi 6.356 hingga pukul 09.05 WIB.
Penurunan tersebut dipicu atas koreksi seluruh sektor saham, khususnya sektor keuangan 1,46%, sektor material dasar 1,04%, sektor energi 0,42%, sektor consumer primer 0,61%, dan sektor consumer non primer 0,42%. Sebaliknya satu-satunya penguatan sektor teknologi lebih dari 10%.
Penguatan sektor teknologi didukung berlanjutnya penguatan harga saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) sebanyak 19,69% menjadi Rp 200.000. Laju pergerakan saham DCII menolong IHSG pagi ini agar tidak turun terlalu dalam.
Baca Juga
Restrukturisasi Berlangsung, Gerak Saham Bukalapak (BUKA) masih Menunggu Kepastian
Penguatan pesat di tengah penurunan indeks juga melanda saham PT Golden Flower Tbk (POLU) naik 21,07% menjadi Rp 5.000 dan PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) melesat 17,46% menjadi Rp 73.
Sebaliknya saham-saham yang dikendalikan Prajogo Pangestu terpantau catatkan penurunan seperti BREN, CUAN, BRPT, dan PTRO. Hanya TPIA yang mencoba bergerak di zona hijau pagi ini.
Kemarin, IHSG ditutup menguat sebanyak 70,01 poin (1,11%) menjadi 6.381,67 dan pemodal asing kembali mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 499,36 miliar. Net sell terbanyak kembali melanda empat bank saham bank besar.
Penguatan ditopang atas kenaikan pesat saham big cap, yaitu dua emiten Prajogo Pangestu, seperti TPIA melesat 15,10% menjadi Rp 7.050 dan BREN melesat 5,66% menjadi Rp 5.600. Penguatan juga ditopang lompatan saham data center DCII sebanyak 19,99% menjadi Rp 166.725 dan AMMN menguat 9,17% menjadi Rp 6.250.
Baca Juga
Saat Suksesi Berjalan Lancar, Pengendali Eralink Agresif Tambah Saham Erajaya (ERAA)
Secara sectoral, saham sektor teknologi catatkan kenaikan paling pesat mencapai 9,84%, disusul sektor material dasar 2,49%, sektor energi 0,85%, sektor consumer primer 0,56%, dan sektor transportasi 1,89%. Sebaliknya sektor consumer non primer, keuangan, dan kesehatan turun.
Di tengah lompatan IHSG, enam saham ini torehkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Sanurhasa Mitra Tbk (MINA) naik 35% menjadi Rp 162, PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) naik 24,86% menjadi Rp 1.080, PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY) naik 24,65% menjadi Rp 2.200, dan PT Golden Flower Tbk (POLU) naik 24,77% menjadi Rp 4.130.
ARA juga melanda saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) naik 19,99% menjadi Rp 166.725 dan PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) sebanyak 20% menjadi Rp 9.900.

