Meski Pasar Kripto Terkoreksi, Bitcoin Disebut Tetap Unggul Dibanding Aset Global Lainnya
JAKARTA, investortrust.id - Bitcoin terus menunjukkan dominasinya di pasar keuangan global meskipun mengalami koreksi harga. Sebagai aset kripto terbesar di dunia, Bitcoin masih mengungguli aset utama lainnya seperti saham, obligasi pemerintah, real estat, dan logam mulia.
“Bahkan dengan kemunduran, Bitcoin masih mengungguli setiap aset lainnya pasca pemilu (di Amerika Serikat/AS),” ujar salah satu pendiri Apollo Sats Thomas Fahrer, dilansir dari CoinTelegraph, Kamis (20/3/2025).
Jika melirik data CoinMarketCap, Kamis (20/3/2025), harga Bitcoin berada di level US$ 85.728,77 pada pukul 11.33 WIB, atau naik 3,54% dalam 24 jam terakhir.
”Kita masih dalam koreksi di pasar yang sedang naik. Saham dan kripto telah terealisasi dan memperkirakan periode ketidakpastian tarif dan pemotongan fiskal, tidak ada yang diputuskan The Fed. Ketakutan atas resei bermunculan,” ujar Kepala Analis Riset di platform intelijen kripto Nansen Aurelie Barthere.
Baca Juga
The Fed Tahan Suku Bunga, Harga Bitcoin Naik 5% dan XRP Terbang hingga 11%
Optimisme terhadap Bitcoin juga didukung oleh meningkatnya arus masuk ke dana yang diperdagangkan di bursa atau exchange traded fund (ETF) Bitcoin AS. Pada 17 Maret 2025, ETF Bitcoin mencatat arus masuk bersih kumulatif lebih dari US$ 274 juta, menandai hari investasi tertinggi sejak 4 Februari lalu.
Dana investasi ini menjadi salah satu pendorong utama reli Bitcoin sepanjang 2024, juga menyumbang sekitar 75% dari total investasi baru di pasar.
CEO Bitget Gracy Chen meyakini, meskipun Bitcoin masih bisa mengalami volatilitas jangka pendek, aset digital ini tidak akan turun signifikan di bawah level saat ini.
Baca Juga
Usai Peretasan Bybit, Kepemilikan Bitcoin Korea Utara Ungguli El Salvador dan Bhutan
“Saya tidak melihat Bitcoin turun di bawah US$ 70.000, mungkin US$ 73.000-US$ 78.000 yang merupakan waktu yang tepat untuk masuk bagi pembeli ragu. Dalam 1-2 tahun ke depan, Bitcoin pada US$ 200.000 tidak terlalu mengada-ada seperti yang dipikirkan kebanyakan orang,” katanya.
Sejumlah analis industri lainnya juga optimistis terhadap prospek Bitcoin di sisa tahun ni. Beberapa memperkirakan harga Bitcoin bisa mencapai harga antara US$ 160.000 hingga lebih dari US$ 180.000 jika tren bullish terus berlanjut.

