Meski Rugi Bersih Membengkak di 2024, Bukalapak (BUKA) Ungkap Kas Jumbo Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) membukukan kenaikan tipis pendapatan menjadi Rp 4,46 triliun pada 2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 4,43 triliun. Sebaliknya rugi tahun berjalan meningkat menjadi Rp 1,54 triliun.
Manajemen BUKA dalam rilis laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (18/3/2025) menyebutkan bahwa pertumbuhan pendapatan ditopang kenaikan pendapatan marketplace sebanyak 6% dari Rp 2,38 triliun menjadi Rp 2,51 triliun, namun margin kontribusi segmen ini turun drastic dari Rp 672 miliar menjadi Rp 402 miliar.
Baca Juga
Meski mencatatkan peningkatan rugi bersih, Bukalapak menyebutkan posisi kas perseroan masih kuat dan terjadi perbaikan EBITDA disesuaikan sepanjang tahun lalu. Kas dan setara kas akhir tahun mencapai Rp 19,1 triliun dengan EBITDA disesuaikan negative membaik dari Rp 475 miliar menjadi Rp 340 miliar.
Sebelumnya, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) atau Emtek melalui anak usahanya yang bergerak di bidan bisnis digital, PT Kreatif Media Karya, menambah sebanyak 9,44% saham di PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) bernilai Rp 1,34 triliun.
EMTK membeli seluruh saham BUKA dari perusahaan investasi perusahaan investasi milik pemerintah Singapura Archipelago Investment Pte Ltd. Sebagaimana diketahui Archipelago telah menjadi pemegang saham Bukalapak (BUKA) sejak emiten teknologi tersebut belum listing di BEI.
Baca Juga
Anak Usaha Bukalapak (BUKA) Ini Catatkan Dana Kelolaan Rp 2 Triliun
Corsec BUKA Cut Fika Lutfi dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (25/2/2025), menyebutkan bahwa Kreatif Media Karya selaku pengendali membeli sebanyak 9,73 miliar saham BUKA dengan harga pelaksanaan pada pada 24 Februari 2025.
“Pembelian tersebut menjadikan total saham BUKA yang dimiliki Kreatif Media Karya bertambah dari sebelumnya 24,61% menjadi 34,05% saham,” tulisnya dalam pengumuman resminya di Jakarta, hari ini.
Adapun Emtek (EMTK) merupakaan perusahaan yang dikendalikan Eddy K Sariaatmadja sengan kepemilikan 21,89% saham. Athoni Salim juga tercatat sebagai pemegang 8,98% saham EMTK.

