Sufmi Ahmad Dasco Pastikan Sri Mulyani Tak Mundur dari Kursi Menkeu
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Ketua DPR Ahmad Sufmi Dasco memastikan sosok Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tak mundur dari jabatannya. Isu mundurnya Sri Mulyani dikabarkan menjadi salah satu penyebab jatuhnya IHSG hingga 6%.
"Kalo ditanya persepsi investor luar saya kurang paham, tapi kalau soal Bu Sri Mulyani saya pastikan tidak akan mundur dan fiskal kita kuat," kata Dasco, di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025).
Sementara itu, Ketua Komisi XI DPR Misbakhun mengatakan posisi fiskal Indonesia saat ini dalam proses keseinambungan yang kuat. Penurunan IHSG ini, menurutnya, merupakan situasi sangat wajar. "Kita akan rebound, ini tidak perlu direspon berlebih," ujar Misbakhun.
Misbakhun mengatakan ingin memberi pesan ke pasar agar merespons kinerja beberapa emiten perbankan BUMN. Beberapa perusahaan bank pelat merah, semisal BRI juga memberikan dividen yang besar.
"Saya beri pesan ke pasar bahwa urusan performance direspon positif juga," ujar dia.
Sebelumnya, ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menduga anjloknya IHSG bukan semata karena pengaruh konflik geopolitik. “Tidak terkait Yaman, karena indeks negara lain tidak terpengaruh,” Wijayanto, dihubungi terpisah.
Wijayanto menyebut sejumlah faktor utama, yaitu kinerja APBN Februari yang buruk dan outlook fiskal yang berat akan dihadapi 2025. “Akibat kebijakan pemerintah yang tidak realistis dan tanpa teknokrasi yang jelas,” kata dia.
Sementara itu isu lainnya yang membuat investor memilih meninggalkan pasar saham domestik adalah isu korupsi berskala besar yang muncul belakangan ini. Selebihnya investor, kata Wijayanto, ikut menyoroti wacana revisi Undang-Undang (UU) TNI yang memunculkan kekhawatiran publik mengenai kembali diberlakukannya dwifungsi TNI. “Yang dikhawatirkan menimbulkan protes besar,” ujar dia.
Selain itu, kekhawatiran mengenai turunnya rating kredit Indonesia juga turut mempengaruhi kepercayaan investor. Seperti diketahui, Fitch dan Moodys akan mengumumkan hasil analisnya pada Maret-April, serta S&P akan mengumumkan hasil rating kredit pada Juni-Juli.

