Jika Aksi Jual Terus Berlanjut, Pi Network Berpotensi Alami Koreksi Harga Lebih Dalam
JAKARTA, investortrust.id - Harga native token Pi Network (PI) mengalami penurunan signifikan sebesar 10% pada Jumat (14/3/2025), dipicu oleh aksi jual besar-besaran setelah jaringan menyelesaikan proses migrasi mainnet. Sentimen pasar yang sebelumnya bullish tampaknya mulai memudar, meningkatkan risiko tren negatif lebih lanjut.
Melansir BeInCrypto, Selasa (18/3/2025), sejak perayaan Pi Day pada 14 Maret lalu, harga PI terus mendapat tekanan tekanan jual yang kuat. Saat ini, alternative coin (altcoin) tersebut diperdagangkan di kisaran US$ 1,22 pada pukul 11.21 WIB atau turun 12,54% dalam 24 jam terakhir.
Indikator teknikal menunjukkan bahwa tekanan jual masih mendominasi pasar. Relative Strength Index (RSI) PI saar ini berada di level 38,84, mengindikasikan bahwa momentum bearish masih cukup kuat. Asal tahu saja, RSI di bawah 30 menandakan kondisi oversold yang berpotensi memicu rebound, sementara angka di atas 70 menandakan overbought.
Selain itu, indikator Aaron Down Line PI berada di 92,86%, menandakan bahwa tren turun masih dominan. Jka kondisi ini terus berlanjut tanpa adanya akumulasi yang signifikan dari investor, harga PI berisiko terkoreksi lebih dalam.
Baca Juga
Jika tekanan jual terus meningkat, token ini bisa merosot hingga US$ 1,11, level terendah yang terakhir kali tercatat pada 11 Februari 2025. Namun, jika permintaan kembali meningkat, PI berpotensi rebound dan menguji level resistance di US$ 1,62. Dalam skenario optimistis, harga bahkan bisa melesat ke US$ 2,05, yang menjadi target bullish selanjutnya.
Meski harga PI mengalami penurunan, peluncuran fitur baru seperti Pi Domains diyakini bisa kembali membangkitkan optimisme di kalangan komunitas. Pi Domains sendiri merupakan sebuah fitur yang memungkinkan pengguna untuk membeli dan mengklaim nama domain menggunakan token PI.
Lebih detail, Pi Domains sendiri merupakan sistem domain berbasis blockchain yang menawarkan pendekatan desentralisasi dalam kepemilikan nama domain. Banyak trader dan pengguna Pi Network mulai tertarik dengan konsep ini karena dianggap sebagai uang baru di dunia blockchain.
Baca Juga
Indonesia Blockchain Week 2024: Kolaborasi Blockchain untuk Masa Depan yang Lebih Inovatif
Langkah ini menarik perhatian komunitas karena membuka peluang bagi Pi Network untuk memasuki dunia Web3 dan desentralisasi digital.
Melansir CoinPedia, jika fitur ini sukses mendapatkan adopsi yang lebih luas maka potensi utilitas PI bisa meningkat drastis. Namun untuk mencapai keberhasilan jangka panjang, Pi Network harus menunjukkan perkembangan nyata seperti kerja sama strategis, ekspansi ekosistem, dan pencatatan di bursa kripto utama.

