Bidik Lonjakan Transaksi Komoditi Syariah 100%, ICDX Beberkan Ini
JAKARTA, investortrust.id - Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) menargetkan peningkatan nilai transaksi komoditi syariah sebanyak 100% menjadi Rp 2,5 triliun pada 2024, dibandingkan periode sama tahun 2023 senilai Rp 1,2 triliun.
Direktur Utama ICDX Nursalam mengatakan, ICDX optimistis terhadap lonjakan transaksi komoditi syariah tahun ini. Apalagi Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia yang diharapkan sebagai faktor pendorong utama peningkatan transaksi komoditi syariah.
Baca Juga
“Tantangannya saya kira pemahaman, secara mekanik barangnya ada, namun orang belum paham, ini kan barang relatif baru, walau fatwa sudah ada sejak 2011, tetapi eksekusinya baru 2022, sehingga bisa dikatakan relatif baru,” ujar Nursalam seusai acara Talkshow Menjelajahi Dinamika Komoditi Syariah: Peluang dan Tantangannya di Jakarta, Senin (18/3/2024).
Sejak pertama kali transaksi komoditi syariah diperkenalkan tahun 2021 hingga saat ini, jumlah peserta dan transaksi terus bertumbuh pesat. Data hingga kini, jumlah peserta transaksi komoditi syariah di ICDX mencapai 8 peserta lembaga keuangan syariah.
Baca Juga
Adapun beberapa lembaga keuangan yang telah menjadi peserta transaksi komoditi syariah, seperti Bank Syariah Indonesia, Bank Jabar Banten Syariah, Bank Mega Syariah, Unit Usaha Syariah PT Bank Cimb Niaga, Unit Usaha Syariah PT Bank Maybank Indonesia, serta CIMB Niaga Auto Finance, PT Bank Maybank Indonesia Tbk, dan PT CIMB Niaga Auto Finance.
Sebagai informasi, transaksi komoditi syariah di ICDX masih baru dimanfaatkan 2 jenis transaksi oleh bank syariah, yaitu Transaksi SiKA atau Transaksi Sertifikat Perdagangan Komoditi Berdasarkan Prinsip Syariah (SiKA), serta subrogasi. (CR-5)

