Transaksi Komoditi Berjangka ICDX Tumbuh 12,81%
JAKARTA, Investortrust.id - Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia memaparkan kinerja perdagangan berjangka komoditi. Total transaksi perdagangan berjangka komoditi di ICDX hingga November 2023 mengalami pertumbuhan sebesar 12,81%.
Disampaikan Direktur Utama ICDX, Nursalam, hingga November 2023 ICDX berhasil mencatatkan transaksi perdagangan sebanyak 5.768.054 lot atau naik 12,81% dibandingkan tahun 2022 sebesar 5.113.123 lot.
Selain itu, komposisi transaksi di tahun 2023 terdiri atas 1.517.263 lot transaksi multilateral dan 4.250.791 lot yang merupakan transaksi di Sistem Perdagangan Alternatif.
Baca Juga
ICDX Fasilitasi Perdagangan Perdana Lelang Renewable Energy Certificate
Tak hanya itu, Nursalam mengatakan kinerja perdagangan berjangka komoditi akan meningkat di tahun 2024. Optimisme itu beriringan dengan proyeksi Bank Indonesia yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi di 2024 lebih baik di kisaran 4,5% - 5,3%.
“Meskipun di tahun 2024 Indonesia ada pemilu, kami berkeyakinan kegiatan tersebut tidak banyak memberikan dampak negatif di sektor perdagangan berjangka komoditi. Kami lihat akan menjadi katalis positif terhadap industri perdagangan berjangka komoditi,” ujar Nursalam saat ICDX Outlook 2023 di Jakarta, Rabu, (13/12/2023).
Nursalam menambahkan, ke depannya ICDX akan memaksimalkan pada pengembangan dan peningkatan trasaksi multilateral di tahun 2024. Hal ini adalah upaya ICDX untuk membawa perdagangan berjangka komoditi sebagai sarana hedging dan lindung nilai komoditas.
Baca Juga
Saat ini, ICDX memiliki produk multilateral yaitu GOFX yang berupa kontrak Gold, Crude serta Currency. “Produk multilateral ini yang kedepan terus kami kembangkan sesuai dengan kebutuhan Masyarakat,” tandas dia. (CR-5)

