Ingin Pertahankan Pertumbuhan Kinerja, Begini Strategi Prodia (PRDA) pada 2025
JAKARTA, investortrust.id –
PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) meyakini berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan pada 2025. Sejumlah strategi juga telah disiapkan untuk mengejar target pertumbuhan tersebut.
Direktur Utama Prodia Widyahusada Dewi Muliaty mengungkapkan sejumlah strategi bisnis unggulan telah disiapkan manajemen. “Oh iya dong (minimal mempertahankan kinerja tahun lalu) tetapi kuartal pertamanya kami masih wait and see karena banyak hari liburnya,” ujar Dewi menjawab investortrust.id beberapa waktu lalu.
Baca Juga
Prodia Widyahusada (PRDA) Cetak Pertumbuhan Laba Bersih 4% Pada 2024
Namun manajemen enggan menyebut kerangka kinerja dan target laba bersih, serta pendapatan yang dibidik tahun ini. Bila tahun lalu kinerja keuangan perusahaan didorong oleh hasil kuartal ketiga dan keempat, Dewi menyebut belum tentu pola yang sama terjadi tahun ini. “Kami kalau bikin target kan tinggi. Enggak mungkin lah kami bikin target 1% atau 2% gitu,” sambung Dewi.
Direksi Prodia telah mempersiapkan sejumlah strategi yang akan diimplementasikan secara bertahap untuk menggenjot pertumbuhan pendapatan dan laba pada 2025.
“Perseroan akan mengoptimalkan perolehan dari jumlah tes-tes yang bersifat esoterik, tahun ini kami tingkatkan target menjadi 14 tes baru setiap tahunnya, utilisasi layanan klinik, memperbanyak POCs (Point of Collection), memperbanyak kerja sama dengan rumah sakit, asuransi, serta mengoptimalkan jejaring layanan pelanggan baik untuk B2C dan B2B secara intensif,” papar Dewi.
Baca Juga
Quick Win Peningkatan Kapasitas Rumah Sakit Daerah Segera Diluncurkan
Guna menguatkan posisi sebagai pemimpin pasar di industri laboratorium diagnostik Indonesia, Prodia berupaya meningkatkan jangkauan layanan sebagai pusat rujukan di Asia Tenggara (SEA Referral Laboratory).
Selain strategi utama tersebut, kinerja positif perseroan juga didukung dari kontribusi positif dari PT Prodia Diagnostic Line (Proline), yang sahamnya telah diakuisisi perseroan pada Juni 2024.
Kontribusi Proline diharapkan semakin memperkuat kinerja perseroan, terutama dalam menjawab kebutuhan alat kesehatan di Indonesia. Hal ini seiring dengan berbagai program pemerintah terhadap alat kesehatan berbasis Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada 2025.

