GOTO Optimistis Cloud dan AI akan Jadi Sumber Efisiensi Baru Tahun Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengungkapkan pengelolaan data cloud bekerja sama dengan Alibaba dan tensen serta penerapan artificial intelligence (AI) akan menjadi sumber efisiensi besar bagi perseroan mulai tahun ini.
Sebagaimana diketahui penggunaan cloud bekerja sama dengan Alibaba Cloud dan Tencen Cloud diperkirakan memangkas biaya cloud sebanyak 50%. Pengelolaan data ini diharapkan mulai direalisasikan pada kuarta II tahun 2024. Sebelumny GOTO bersama dengan Alibaba dan Tencen telah menandatangani perjanjian penguatan infrastruktur komputasi awan (cloud) tahun lalu.
Baca Juga
Begini Target Harga Saham GOTO Usai Cetak EBITDA Disesuaikan Rp 386 Miliar di 2024
Direktur GOTO Catherie Hindra Sutahyo dalam penjelasannya di Jakarta, pekan lalu menyebutkan bahwa penggunaan Sahabat AI GOTO juga akan menciptakan efisiensi luar biasa ke depan yang bisa berimbas positif terhadap kinerja keuangan di masa mendatang. Sedangkan target EBITDA disesuaikan perseroan tahun ini berkisar Rp 1,4-1,6 triliun.
Dia melanjutkan, GOTO akan terus berinovasi untuk mendukung pertumbuhan seluruh segmen bisnis, seperti ODS dan Fintech. Pada ODS, perseroan tetap mengandalkan program special delivery fleet yang menghasilkan biaya yang lebih efisien, sehingga dapat menawarkan pricing yang kompetitif bagi pelanggan.
Baca Juga
Lampau Target, GOTO Akhirnya Cetak EBITDA Disesuaikan Positif Rp 386 Miliar di 2024
Sedangkan segmen Fintech ditargetkan peningkatan jumlah pembiayaan menjadi Rp 8 triliun tahun ini, dibandingkan realisasi tahun sebelumnya Rp 5,2 triliun. Perseroan juga akan menggenjot pendapatan dari iklan dalam ekosistem yang masih memiliki potensi pertumbuhan pesat ke depan.
Sementara itu, program pembelian kembali (buy back) saham perseroan telah mencapai Rp 1,5 triliun untuk pembelian sebanyak 23,6 miliar saham hingga akhir Februari 2025. Dengan jumlah tersebut, rata-rata harga pembelian itu berkisar Rp 64 per saham, bandingkan dengan harga penutupan saham GOTO akhir pekan lalu level Rp 80. Sedangkan anggaran buy back saham perseroan mencapai US$ 200 juta atau sekitar Rp 3,2 triliun.

