Bumi Serpong (BSDE) Bidik Prapenjualan Rp 10 Triliun, Harga Saham Diprediksi Tembus Rp 1.550
JAKARTA, investortrust.id – PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membidik angka pra-penjualan (marketing sales) sebesar Rp 10 triliun tahun ini, lebih tinggi dari realisasi 2024 yang mencapai Rp 9,72 triliun. Seiring prospek bisnis perseroan, BRI Danareksa Sekuritas menargetkan harga saham BSDE di level Rp 1.550.
“Saat ini kami memiliki peringkat beli untuk BSDE dengan TP (target price) Rp 1.550 berdasarkan discount to RNAV (revalued net asset value) 67% kami, yang menyiratkan P/BV (price to book value) 2025 0,7x,” tulis Analis BRI Danareksa Sekuritas Ismail Fakhri Suweleh dalam risetnya bersama Wilastita Muthia Sofi.
Ismail menerangkan, harga saat ini mencerminkan diskon RNAV yang menarik sebesar 81% dibandingkan rata-rata historis lima tahun sebesar 71%. Sementara itu, marketing sales BSDE juga BRI Danareksa nilai lebih baik dari sebelum pandemi.
“Bumi Serpong Damai mengharapkan potensi lain sebesar Rp 1 triliun dari penjualan tanah JV (joint venture) ke Mitbana,” sambung Ismail.
Tahun lalu, penjualan inti Bumi Serpong Damai sebesar Rp 9,72 triliun didorong kinerja baik pada sektor residensial dan komersial, sejalan dengan proyeksi BRI Danareksa di kisaran Rp 9,5 triliun.
Bila angka penjualan tanah kepada perusahaan patungan (joint venture/JV) BSDE dan PT Sinar Mitbana Mas untuk proyek Hiera sebesar Rp 565 miliar dikecualikan, maka raihan penjualan inti Bumi Serpong menjadi Rp 9,15 triliun atau naik 20% (yoy).
Lini bisnis properti residensial BSDE juga menunjukkan kenaikan, yakni 8% (yoy) menjadi Rp 5,4 triliun sepanjang 2024. Jumlah ini juga melampaui target perseroan yang dibidik sebesar Rp 5 triliun.
Sedangkan bidang usaha properti komersial, seperti kavling, apartment, dan rumah toko BSDE mencetak kinerja Rp 3,7 triliun yang naik 43% (yoy) dab 27% lebih tinggi dari target awal Rp 2,9 triliun.
“Hal itu memungkinkan perusahaan untuk mencapai target prapenjualan 2024 meskipun realisasi penjualan tanah JV lebih rendah dari target Rp 1,5 triliun,” sambung Ismail.
Baca Juga
Saham BSD (BSDE) Direkomendasi Beli Usai Cetak Marketing Sales Ini
Dia menilai, kontribusi segmen secara keseluruhan pada 2024 tetap didominasi oleh hunian tapak sebesar 56%, diikuti pendapatan rumah toko 24%, kavling komersial 8%, apartemen 7%, dan penjualan tanah JV 6%.
Sedangkan kombinasi harga properti tetap didominasi oleh produk senilai Rp 2-5 miliar sebanyak 45%, diikuti properti seharga lebih dari Rp 5 miliar sekitar 40%, dan produk harga kurang dari Rp 2 miliar sebanyak 15%. “Baik bauran produk maupun harga relatif tidak berubah dibandingkan perolehan kuartal III-2024,” imbuh Ismail.
Berdasarkan lokasi, angka prapenjualan dari proyek-proyek di kawasan BSD City berkontribusi sekitar 67% dari total prapenjualan tahun lalu. Sementara itu, Grand Wisata Bekasi (GWB) dan Kota Wisata Cibubur (KWC), masing-masing berkontribusi 13% dan 6% terhadap total prapenjualan.
Kontribusi GWB dan KWC meningkat dibandingkan dengan tahun 2023, masing-masing sebesar 8% dan 2% (yoy). Hal ini mencerminkan dampak peningkatan konektivitas ke transportasi umum yang andal, khususnya LRT Jabodebek yang meningkatkan daya tarik kawasan sekitarnya.
“Secara keseluruhan, pencapaian prapenjualan BSDE pada tahun fiskal 2024 relatif sehat di tengah tantangan keterjangkauan pasar. Hal ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menawarkan nilai yang berbeda kepada pelanggannya, melalui kota-kota yang terhubung dengan baik ke jalan raya utama dan pusat transportasi,” tutup Ismail.
Baca Juga
BSDE Raup Marketing Sales Rp 9,72 Triliun di 2024, Penyumbangnya Terbesar Segmen Ini

