Industri Kripto Rawan Fraud, Bitwewe Bilang Begini
JAKARTA, investortrust.id - PT Sentra Bitwewe Indonesia (Bitwewe) merespons perihal industri kripto yang rawan terkena fraud. Kasus yang dimaksud mulai dari korupsi, penyuapan, penerimaan tidak sah, pemerasan, penyalahgunaan aset meliputi uang tunai, penipuan pembocoran informasi rahasia, hingga tindakan lain yang dapat disamakan dengan fraud.
CMO Bitwewe Aidil Akbar Madjid mengungkapkan, fraud atau hack terjadi biasanya masuk lewat manusianya. Menurut Aidil, hacker menyerang manusianya karena merupakan hal yang paling lemah.
"Sejujurnya, kalau kita bicara secara teknologi, teknologi di Indonesia, teknologi di manapun di dunia, itu sebenarnya sudah canggih. Titik lemah dari teknologi itu ada di manusia," ujar Aidil dalam acara "Crypto Skill Up With Bitwewe di Kantor Investortrust.id, Gedung The Convergence Indonesia, Jakarta, Senin (10/3/2025).
Sejalan dengan hal ini, Aidil pun mencontohkannya dengan kasus yang baru-baru ini terjadi pada Bybit. Di mana, dunia kripto dihebohkan dengan tuduhan penipuan yang melibatkan Pi Network dan CEO Bybit Ben Zhou.
Pi Network yang dikenal dengan pertumbuhan penggunanya yang signifikan, mendadak menjadi sorotan bersamaan dengan insiden peretasan Bybit yang mengakibatkan kehilangan Ethereum (ETH) senilai US$ 1,5 miliar.
"Terakhir itu Bybit ya. Itu, dia masuknya kan melalui si bosnya. Jadi gini, kan koin itu disimpan di cold wallet sama mereka. Waktu mau ditransaksikan, dia memindahkan ke cold wallet. Nah waktu dia mau dipindahin, dia pakai 3 authorized signature. Jadi authorized signature nomor 1, nomor 2, nomor 3. Yang nomor 3, yang paling tinggi itu adalah si direktur utamanya, owner-nya. Nah dia lah, kenapa tidak ngerti, owner-nya sendiri, direktur utamanya, waktu dia mau masukin password, dia tidak ngecek, ini alamat yang ditujunya ini alamat wallet-nya dia atau bukan," imbuhnya.
Aidil menjelaskan, berdasarkan kasus tersebut, sebenarnya yang terjadi adalah Bybit mengalami phising. Terlebih menurut Aidil, hacker biasanya menyerang manusianya, karena merupakan hal yang paling lemah.
"Jadi dia di-phishing Pak, dipancing. Sebenarnya, jatuhnya. Jadi kalau dibilang itu di-hack, sebenarnya gak di-hack sih, itu di-phishing saja. Jadi dia phishing, masuk ke dalam transaksi itu, kemudian alamat wallet-nya ditukar ke alamat wallet-nya si hacker," kata Aidil.

