Sekuritas Ini Prediksi Laba Atribusi PIK2 (PANI) bisa Capai Rp 8,3 Triliun Tahun 2029
JAKARTA, investortrust.id – Rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK2, emiten property yang dikendalikan kongsi taipan Sugianto Kusuma (Aguan) dan Anthony Salim, bisa mencapai 68% dalam lima tahun mendatang. Bahkan, labanya diprediksi sentuh Rp 8,3 triliun pada tahun ke lima.
Analis Sucor Sekuritas Niko Pandowo dalam riset yang diterbitkan pekan ini menyebutkan bahwa prediksi lompatan laba bersih menjadi Rp 8,3 triliun pada 2029 didasarkan ekspektasi rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) penjualan marketing (marketing sales) PIK2 atau PANI sebanyak 29% dalam lima tahun atau hingga 2029.
Baca Juga
PANI dan CBDK Kompak Torehkan Lompatan Laba di 2024, Nilainya Segini
“Kami memperkirakan marketing sales PANI mencaapi Rp 21 triliun di tahun kelima. Dengan torehan tersebut, pendapatan perseroan diperkirakan tembus Rp 17 triliun pada 2029,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, pekan ini.
Estimasi Kinerja Keuangan PANI
Sumber: Sucor Sekuritas
Terkait sentimen positif PIK2, menurut dia, bakal datang dari rencana penyelesaian tol Kamal Teluknaga Rajeg sepanjang 39 kilo meter tahun ini. Ruas tol ini bertujuan menghubungkan Kawasan PIK2 dengan tol bandara Soekarno-Hatta. Keberadaan tol ini akan meningkatkan traffic PIK2 dan mendukung pusat konvensi yang sedah dibangun perseroan di Kawasan tersebut.
Baca Juga
PIK2 juga akan mendapatkan dukungan dari anak usahanya PT Bangun Kosambis Sukses Tbk (CBDK) yang tengah mengembangkan NICE Convention Center di CBD PIK2. Tahap awal ditargetkan pada September 2025 akan bisa dioperasikan sebanyak tiga hall dari target 11 halls. Sedangkan target penyelesaian seluruhnya tahun 2026.
Tahun lalu, perseroan mencatatkan lonjakan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 131% dari Rp 270 miliar menjadi Rp 624 miliar. Kenaikan tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan PANI dari Rp 2,15 triliun menjadi Rp 2,83 triliun.
PIK2 berhasil mencatatkan lonjakan prapenjualan (marketing sales) menjadi Rp 6,01 triliun tahun 2024. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebanyak 156% dari realisasi tahun sebelumnya Rp 2,4 triliun. Bahkan, angka tersebut melampaui revisi target yang ditetapkan manajemen Rp 6 triliun.

