Mirae Pangkas Target Harga Saratoga (SRTG), Ternyata Ada Kaitan dengan Kinerja TBIG dan ADRO
JAKARTA, investortrust.id - Mirae Asset Sekuritas Indonesia memangkas target harga saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG). Langkah itu diambil setelah keputusan revisi atas target harga saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).
Saham ADRO dan TBIG ikut dimiliki Saratoga, masing-masing 15,2% dan 31,6%. Kinerja dua emiten ini berkontribusi besar pada pemasukan perusahaan besutan Edwin Soeryadjaya ini.
"Kami menyempurnakan perkiraan kami dan mempertahankan rekomendasi perdagangan beli (trading buy) untuk saham SRTG. Kami telah menurunkan target harga (TP) menjadi Rp 1.600, mencerminkan revisi ekspektasi kami terhadap ADRO dan TBIG," jelas Analis Mirae Asset Sekuritas, Rut Yesika Simak, Jumat (3/11/2023).
Target tersebut, menurut dia, menyiratkan diskon 55% dari proyeksi net asset value (NAV) tahun ini. Sebelumnya, harga saham SRTG dipatok pada level Rp 1.800 pada 2 Agustus 2023.
Baca Juga
Pendapatan Adaro Minerals (ADMR) Capai US$ 720,62 Juta, Bagaimana dengan Labanya?
Pada kuartal III-2023, Saratoga mencatat kenaikan pendapatan dividen dan bunga sebesar 22,3% secara tahunan (yoy) hingga mencapai Rp 1,69 triliun. Hasil ini sejalan dengan perkiraan Mirae Asset yaitu sebesar 72% dari rata-rata 68% dalam lima tahun terakhir.
Arus kas dividen juga meningkat sebesar Rp 2,9 triliun atau 35% (yoy), berkat grup ADRO yang menyumbang pertumbuhan pendapatan dividen sebesar 70% (yoy) dalam sembilan bulan pertama tahun ini.
“Kami melihat, hal itu cukup menggembirakan. Terutama mengingat bahwa perusahaan investasi blue-chip terus terpengaruh oleh harga komoditas yang relatif lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Kami yakin Saratoga masih dapat membukukan pendapatan dividen yang kuat di masa depan di tengah normalisasi harga komoditas dan kondisi pasar modal yang penuh tantangan,” sambung Rut.
Mirae juga mengamati, rasio pinjaman terhadap NAV sampai kuartal ketiga tahun ini, turun menjadi 0,3% dari 0,9% kuartal III-2022. Perusahaan juga berhasil menurunkan beban bunga sebesar 52% (yoy) berkat penurunan utang bersih.
Baca Juga
Obligasi Jatuh Tempo, Tower Bersama (TBIG) Siapkan Dana Rp 1 Triliun
Merujuk data yang dihimpun Mirae, posisi utang bersih Saratoga saat ini berada pada kisaran Rp 166 miliar, turun 72% (yoy) dari sebelumnya sebesar Rp 588 miliar per September 2022. Namun, dari sisi operasional, rasio operational expenditure (opex) terhadap NAV perusahaan meningkat menjadi 0,5% dari 0,3% pada periode sama tahun lalu.
“Menurut pandangan kami, hal ini disebabkan kontrak harga saham penerima investasi hingga 30 September 2023,” imbuh Rut.
Proyeksi harga saham SRTG, sambung Rut, mencerminkan kinerja keuangan perusahaan dan imbal hasil dari investasi yang dilakukan. Pasalnya, Mirae turut memperbarui target harga saham TBIG menjadi Rp 2.400. Selain itu, analis batu bara Mirae Asset Sekuritas meneruskan basis penilaian ke tahun depan, yang mengakibatkan penurunan target harga saham ADRO menjadi Rp 2.380.
“Namun demikian, perkiraan pendapatan dividen dan bunga kami tetap tidak berubah, masing-masing sebesar Rp 2,36 triliun dan Rp 2,83 triliun pada 2023 dan 2024 karena perusahaan telah mencapai 72% dari perkiraan kami,” jelas dia.
Rut mengaku, pihaknya terus mengevaluasi kemampuan hasil investasi untuk berkontribusi terhadap Saratoga meski ada hambatan di pasar komoditas. Terutama dampaknya terhadap harga jual rata-rata batu bara yang rendah.
Selain itu, Rut meyakini penurunan harga saham SRTG dipengaruhi volatilitas harga saham yang mereka miliki. “Saat ini, SRTG diperdagangkan dengan diskon 63% terhadap proyeksi NAV 2023,” tegas Rut.
Dalam riset yang sama, Mirae menyebut sejumlah risiko investasi dari prediksi harga saham yang diberikan. Salah satunya pencairan dividen dan penempatan modal investasi yang lebih rendah dari perkiraan analis. Kemudian, pelaksanaan ekspansi bisnis pada perusahaan investasi yang tidak terkait batu bara yang lebih lambat dari prediksi. (CR-10)
Baca Juga
Meski Laba Turun, Sekuritas Ini Revisi Naik Target Saham Adaro Minerals (ADMR), Kok Bisa?

