Mobil Hybrid Topang Penguatan Market Cap Astra International (ASII)
JAKARTA, investortrust.id – Inisiatif pemerintah mendorong penjualan kendaraan listrik dinilai belum menggoyahkan pangsa pasar penjualan mobil PT Astra International Tbk (ASII) dalam 2-3 tahun mendatang.
Perseroan, sebut CGS CIMB Sekuritas, justru bisa beradaptasi dengan kondisi tersebut melalui peluncuran sejumlah mobil hybrid. Mobil jenis ini akan menjadi solusi jangka pendek, seiring masih rendahnya tingkat penerimaan masyarakat terhadap kendaraan listrik.
Baca Juga
Astra (ASII) Dorong Kolaborasi Semua Pihak untuk Indonesia Sehat
Analis CIMB Sekuritas Owen Tjandra, Utami Ratnasari, dan Handy Noverdaniuus mengatakan, sejumlah alasan mengapa kendaraan hybrid lebih diuntungkan, yaitu konsumen lebih cendnerung terhadap mobil hybrid akibat infrastruktur pengisian daya mobil listrik masih minim.
Selain itu, dia mengatakan, harga jual kembali mobil listrik cenderung jatuh, sehingga membuat sejumlah konsumen untuk menghindari sementara mobil listrik. Berdasarkan data penjualan mobil bekas di Amerika Serikat (AS), harga mobil listrik bekas jatuh 42% hanya dalam tiga bulan, dibandingkan mobil jenis lainnya maksimal 25%.
Ketiga, terang dia, perusahaan pembiayaan masih skeptis terhadap pembiayaan kendaraan listrik. Padahal, hampir 80% penjualan mobil di dalam negeri dibiayai perusahaan pembiayaan.
Tak hanya itu, dia mengatakan, mobil listrik global dan dalam negeri fokus produk mobil lima tempat duduk. Hal ini berbeda dengan kecenderungan konsumen Indonesia untuk membeli mobil tujuh penumpang.
Baca Juga
Serap Capex Rp 35 Triliun, Astra International (ASII) Ungkap Penggunaannya
Sedangkan berdasarkan data pangsa pasar penjualan mobil hybrid di Indonesia, Astra International (ASII) menguasai 98%. Artinya perseroan mendominasi penjualan mobil hybrid di dalam negeri.
Terkait pangsa pasar penjualan mobil domestik, CIMB Sekuritas menyebutkan, Astra International berhasil mempertahankan 55,7% hingga Oktober 2023. Angka tersebut menunjukkan posisi tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.
“Kami memperkirakan pangsa pasar penjualan mobil ASII mencapai 56% sampai akhir tahun dan diharapkan kembali normal menuju level 54% tahun 2025 yang dipicu perkiraan peluncuran model baru relative terbatas,” terangnya.
CIMB Sekuritas memperkirakan laba bersih ASII cenderung tipis menjadi Rp 31,72 triliun tahun 2024, dibandingkan perkiraan tahun ini Rp 31,83 triliun dan realisasi tahun lalu Rp 28,94 triliun.

