Mobil Hybrid Laris Manis, Saham Astra (ASII) Bisa ‘Ngacir’ ke Level Segini
JAKARTA, investortrust.id – Kinerja PT Astra International Tbk (ASII) diprediksi tetap solid dengan pertumbuhan laba bersih inti sebesar 14% secara year on year menjadi Rp 33,9 triliun pada tahun 2023.
Khusus di kuartal IV-2023, laba bersih inti ASII diperkirakan mencapai Rp 9 triliun, atau tumbuh 12% secara kuartalan (QoQ).
Tim Riset BNI Sekuritas menyebut, proyeksi perolehan laba bersih ASII menunjukan berada di angka 105% hingga 106% di atas estimasi. Untuk itu BNI Sekuritas mempertahankan rating ‘buy’ saham ASII dengan target harga Rp 7.100 per saham untuk jangka 3 bulan hingga 12 bulan ke depan.
Baca Juga
Target Laba Bersih Sido Muncul (SIDO) Direvisi Naik, Bagaimana dengan Sahamnya?
Estimasi perolehan laba bersih ASII didorong oleh volume penjualan anak usahanya PT United Tractors Tbk (UNTR) yang bermain di bisnis alat berat dan sumber daya energi.
Sementara untuk bisnis otomotif, ASII diyakini punya performasi baik terutama volume penjualan mobil wholesale sebesar 561 ribu unit di 2023. Sementara dari sisi market share, BNI Sekuritas menilai ASII mampu mempertahankan posisinya di 56% pada Desember 2023.
Adapun volume penjualan mobil wholesale domestik mencapai 1 juta unit, sedangkan motor wholesale domestik sebesar 6,24 juta unit atau tumbuh 19% YoY di sepanjang tahun 2023.
Baca Juga
Ini Target Terbaru Saham Astra (ASII) Usai Masuknya BYD di Pasar Otomotif RI
Rating beli terhadap ASII juga dilatari oleh prospek terhadap pasar mobil hybrid, karena diyakini akan lebih diminati pasar ketimbang kendaraan listrik. ASII dipandang punya posisi kuat di pasar kendaraan hybrid, terutama untuk kendaraan MPV medium yakni Kijang Innova Zenix.
Penjualan model-model terlaris seperti Toyota Innova Zenix, dan Honda CRV Hybrid tumbuh masing-masing 25% dan 13% di Desember 2023. Sementara sepanjang tahun 2023, total volume penjualan mobil hybrid wholesale mencapai 52.470 unit atau tumbuh 929% YoY, mewakili 5,2% pangsa pasar.
Sebagai pembanding, pada Desember 2023, volume penjualan mobil listrik wholesale meningkat menjadi 3.206 unit atau tumbuh 65% MoM. Peningkatan yang signifikan disebabkan oleh penjualan Wuling Binguo, yang pertama kalinya di jual pada Desember 2023, dengan kontribusi sebesar 1.393 unit.
Di luar Wuling Binguo, volume penjualan mobil listrik wholesale turun 7% MoM menjadi 1.813 unit pada Desember 2023. Sedangkan sepanjang 2023, total volume penjualan mobil listrik wholesale adalah 17.056 unit atau tumbuh 65% YoY, namun hanya mewakili 1,7% pangsa pasar.
Adapun kendaraan PHEV, sepanjang 2023 hanya mencatat total volume wholesale 85 unit atau tumbuh 750% YoY, menghasilkan pangsa pasar 0%.

