Reliance Sekuritas Prediksi Pelemahan IHSG Berlanjut Hari Ini, Sebaliknya 4 Saham Ini Layak Dipilih
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (5/3/2025), berpeluang besar lanjutkan penurunan. Sedangkan saham BBCA, PSAB, BBRI, dan INCO menjadi pilihan hari ini.
Reliance Sekuritas dalam riset hari ini menyebutkan bahwa secara teknikal, candle IHSG berbentuk black spinning top dan di bawah MA5 serta Stochastic dead cross pada area oversold. “Pola teknikal ini mengartikan IHSG berpeluang besar melanjutkan penurunannya dengan saham pilihan naik BBCA, PSAB, BBRI, dan INCO,” ujarnya dalam riset pagi ini.
Pergerakan indeks akan dipengaruhi sentimen global setelah Presiden Trump memberlakukan tarif impor barang dari China, Canada, dan Mexico. Sentimen negative juga datang dari perlambatan ekspansi sektor manufaktur AS. Sentimen tersebut membuat Wall Street kemarin ditutup anjlok.
Baca Juga
Pasar Asia Pasifik Mayoritas Dibuka Menguat, Beda Arah dengan Wall Street
Meski demikian, Reliance Sekuritas memperkirakan sebanyak empat saham masih bisa catatkan penguatan hari ini, sehingga layak direkomendasikan beli. Empat saham itu adalah BBCA dengan target harga Rp 9.800, PSAB dengan target harga Rp 318, BBRI dengan target harga Rp 4.130, dan INCO dengan target harga Rp 3.250.
IHSG kemarin ditutup berbalik terkoreksi tajam sebanyak 139,26 poin (2,14%) menjadi 6.380,40 dengan pembelianbersih (net buy) saham oleh investor asing bernilai Rp 593,64 miliar di seluruh pasar. Net buy terbanyak melanda saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 175,95 miliar dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 161,39 miliar.
Pelemahan IHSG kemarin dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, seperti saham sektor energi 4,65%, sektor material dasar 4,87%, sektor consumer primer 3,88%, sektor teknologi 2,54%, sektor infrastruktur 1,95%, dan sektor industry 1,32%.
Baca Juga
Sedangkan faktor utama penekan indeks berasal dari kejatuhan saham-saham big cap, khususnya saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu, seperti saham BREN, TPIA, CUAN, dan PTRO. Penurunan dalam juga disumbangkan saham emiten yang dikendalikan Happy Hapsoro, yaitu RAJA dan RATU. Penurunan juga dipicu kejatuhan saham AMMN mencapai 11,76% menjadi Rp 6.000. Kejatuhan saham emiten grup Pantai Indah Kapuk (PIK), yaitu PANI dan CBDK.
Meski IHSG terpangkas lebih dari 2%, auto reject atas (ARA) melanda saham PT Pradisi Gunatama Tbk (PGUN) sebanyak 24,80% menjadi Rp 780 dan PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) naik 24,69% menjadi Rp 1.515.

