IHSG Berpotensi Lanjutkan Koreksi Hari Ini dengan Tiga Saham Pilihan Berikut
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (5/3/2025), berpotensi lanjutkan pelemahan setelah tidak mampu breakout pada resistance kemarin. Pergerakan hari ini dalam rentang 6.264-6.538.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset hari ini menyebutkan bahwa penurunan indeks sebanyak 2,14% kemarin menunjukkan tren bearish masih berlanjut. Peluang pelemahan indeks dalam jangka pendek tetap terbuka dengan support menuju 6.264.
Baca Juga
Alamtri Resources (ADRO) Cetak Laba Bersih Rp 22,29 Triliun pada 2024
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi laju bursa saham dunia, seperti Wall Street yang kembali anjlok setelah Dow Jones turun 1,55%. Penurunan juga melanda indeks S&P500 mencapai 1,22% dan Nasdaq melemah 0,35%.
Meski demikian, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli tiga saham berikut, yaitu SSIA dengan target harga Rp 910-925, TAPG dengan target harga Rp 865-880, dan SCMA dengan target harga Rp 210-230. Sebaliknya saham ADMR direkomendasikan jual.
IHSG kemarin ditutup berbalik terkoreksi tajam sebanyak 139,26 poin (2,14%) menjadi 6.380,40 dengan pembelianbersih (net buy) saham oleh investor asing bernilai Rp 593,64 miliar di seluruh pasar. Net buy terbanyak melanda saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 175,95 miliar dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 161,39 miliar.
Baca Juga
Wall Street Babak Belur Dihantam Sentimen Tarif Trump, Dow Anjlok Hampir 700 Poin
Pelemahan indeks hari ini dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, seperti saham sektor energi 4,65%, sektor material dasar 4,87%, sektor consumer primer 3,88%, sektor teknologi 2,54%, sektor infrastruktur 1,95%, dan sektor industry 1,32%.
Sedangkan faktor utama penekan indeks berasal dari kejatuhan saham-saham big cap, khususnya saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu, seperti saham BREN, TPIA, CUAN, dan PTRO. Penurunan dalam juga disumbangkan saham emiten yang dikendalikan Happy Hapsoro, yaitu RAJA dan RATU. Penurunan juga dipicu kejatuhan saham AMMN mencapai 11,76% menjadi Rp 6.000. Kejatuhan saham emiten grup Pantai Indah Kapuk (PIK), yaitu PANI dan CBDK.
Meski IHSG terpangkas lebih dari 2%, auto reject atas (ARA) melanda saham PT Pradisi Gunatama Tbk (PGUN) sebanyak 24,80% menjadi Rp 780 dan PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) naik 24,69% menjadi Rp 1.515.

