Bidik Pertumbuhan 10%, Trisula International (TRIS) Naikkan Capex
JAKARTA, investortrust.id – PT Trisula International Tbk (TRIS) membidik pertumbuhan kinerja keuangan 10% (yoy) pada 2025, lebih rendah dari target pertumbuhan 2024 sebesar 15%.
Perseroan pun menaikkan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) 2025 menjadi Rp 30 miliar dari Rp 24 miliar tahun lalu.
“Total capex kami targetkan Rp 30 miliar, ini sangat tergantung dan fleksibel jadi bisa kurang atau lebih, terutama untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas. Kami lihat dulu pertumbuhan usaha kuartal pertama kalau bagus, kami lanjutkan pemakaian capex,” jelas Direktur Utama Trisula International Widjaya Djohan di Pabrik Trisula, Cimahi, Kamis (27/2/2025).
Jumlah tersebut terbagi atas capex PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) Rp 17 miliar. Anggaran ini untuk investasi di pabrik tekstil Rp 12 miliar, salah satunya untuk membangun Trisula Innovation Center, serta peremajaan mesin-mesin yang mendukung atau meningkatkan produktivitas dan efisiensi di produksi perseroan.
Selanjutnya, investasi Rp 5 miliar di BELL dianggarkan untuk bisnis ritel, seperti pembukaan gerai (point of sales/POS) produk ritel merek JOBB dan Jack Nicklaus.
Baca Juga
Trisula (TRIS) Bidik Pertumbuhan Dua Digit Tahun Ini, Andalkan Strategi Ini
Sisanya, capex dari Trisula International akan diberikan kepada anak usaha, yakni PT Trisco Tailored Apparel Manufacturing Rp 10 miliar lebih, dan sekitar Rp 2 miliar kepada PT Trimas Bellindo Aparel Manufaktur.
Direktur Trisula International Kartono Budiman memandang, perseroan masih memiliki ruang untuk meningkatkan produktivitas, dan ruang pertumbuhan anorganik untuk penjualan ekspor.
“Kalau sisi domestiknya, kami juga makin memperkuat sebagai penyedia dan produsen pakaian seragam, baik untuk institusi, maupun pemerintah, BUMN, dan swasta,” ujar Kartono.
TRIS tetap yakin dapat mencapai pertumbuhan penjualan melalui berbagai segmen bisnisnya, mulai dari manufaktur, seragam, distribusi, hingga ritel. Optimisme ini didukung oleh kinerja positif sepanjang kuartal III-2024, dengan penjualan sebesar Rp 1,08 triliun yang naik 4% dibandingkan periode sama tahun lalu.
Laba bersih TRIS juga meningkat 16%, dari Rp53,77 miliar menjadi Rp 62,23 miliar.
Hingga September 2024, sebesar 60% dari total penjualan TRIS berasal dari pasar ekspor dengan nilai Rp 637,95 miliar.
“Cakupan pasar internasional ini menjadi salah satu keunggulan kompetitif perusahaan dalam menghadapi persaingan domestik yang semakin ketat, termasuk tekanan dari produk impor,” ujar Kartono.
Selain itu, TRIS menjadi salah satu perusahaan di industri tekstil dengan arus kas solid, serta profil likuiditas yang memadai. Hingga September 2024, arus kas yang diperoleh dari operasi mencatatkan level positif sebesar Rp 112,88 miliar, dengan rasio debt-to-equity sebesar 0,29x. Rasio ini dinilai aman bagi TRIS untuk memenuhi kebutuhan modal kerja serta kewajiban-kewajiban lain.

