Naik Tipis, Astra International (ASII) Cetak Laba Bersih Rp 34,05 Triliun Sepanjang 2024
JAKARTA, investortrust.id – PT Astra International Tbk (ASII) mencetak kenaikan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp 34,05 triliun sepanjang 2024, jika memperhitungkan penyesuaian nilai wajar pada GoTo dan Hermina. Jumlah ini naik tipis 1% dari perolehan 2023 sebesar Rp 33,83 triliun.
“Grup mencatatkan laba bersih yang solid pada 2024, dengan resiliensi kinerja dari portofolio yang terdiversifikasi, meskipun sentimen konsumen di Indonesia melemah,” jelas Presiden Direktur Astra International Djony Bunarto Tjondro secara resmi, Kamis (27/2/2025).
Baca Juga
United Tractors (UNTR) Cetak Kenaikan Pendapatan Jadi Rp 134,4 Triliun di 2024, Bagaimana Labanya?
Bila tidak memperhitungkan penyesuaian nilai wajar atas investasi di GoTo dan Hermina, dia mengatakan, laba bersih grup tersebut mencapai Rp 34,18 triliun, tetap sedikit lebih tinggi dibandingkan periode sama sebelumnya.
Sedangkan, pendapatan bersih konsolidasian Grup Astra pada 2024 mencapai Rp 330,9 triliun atau naik 5% (yoy). “Kontribusi yang lebih tinggi berasal dari bisnis sepeda motor, jasa keuangan, serta infrastruktur dan logistik, yang sebagian diimbangi oleh dampak penurunan penjualan mobil dan harga batu bara yang lebih rendah,” sambung Djoni.
Astra International (ASII) juga mencatatkan nilai aset bersih per saham sebesar Rp 5.265 pada 31 Desember 2024, meningkat 7% dibandingkan posisi 31 Desember 2023. Selanjutnya kas bersih, tidak termasuk anak perusahaan jasa keuangan Grup, sebesar Rp 8 triliun per akhir 2024, naik dari Rp 29 miliar pada 31 Desember 2023.
Baca Juga
Astra Agro Lestari (AALI) Sabet Investortrust Best Stock Awards 2025
Manajemen menyatakan, realisasi itu mencerminkan arus kas operasional yang kuat karena melebihi penurunan belanja modal, investasi, dan pembayaran dividen di tahun tersebut.
Sementara, utang bersih anak perusahaan grup di divisi jasa keuangan meningkat menjadi Rp 60,2 triliun pada 31 Desember 2024, dari Rp 52,2 triliun pada akhir 2023 yang didorong pertumbuhan bisnis pembiayaan konsumen grup.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan atas dukungan yang diberikan, dan kepada para karyawan kami atas fokus mereka terhadap pelanggan serta dedikasi yang telah mereka tunjukkan,” sambung Djoni.

