Kehadiran Investor Institusi Beri Dampak Positif pada Industri Kripto
JAKARTA, investortrust.id - Kehadiran investor institusi besar dalam industri kripto disebut dapat memberikan dampak positif. Pasalnya, kehadiran mereka tak hanya memberikan angin segar bagi pertumbuhan pasar, tapi juga mempengaruhi volatilitas Bitcoin.
Pandangan itu disampaikan oleh Chief Marketing Officer (CMO) Triv, Jordan Simanjuntak, dalam acara Cryptalk yang diselenggarakan oleh Triv dan Investortrust.id di Jakarta, Rabu (26/2/2025). Ia mengatakan bahwa pergerakan harga Bitcoin di masa lalu lebih ekstrem dibandingkan saat ini.
"Jadi dulu saya pertama kali investasi itu di tahun 2017-2018 ya, itu fluktuasinya itu bahkan jauh melebihi ini. Jadi kalau dulu 15%, 20% in one day, itu biasa," ujarnya.
Pandangan itu disampaikan oleh Chief Marketing Officer (CMO) Triv, Jordan Simanjuntak, dalam acara Cryptalk yang diselenggarakan oleh Triv dan Investortrust.id di Jakarta, Rabu (26/2/2025). Ia mengatakan bahwa pergerakan harga Bitcoin di masa lalu lebih ekstrem dibandingkan saat ini.
"Jadi dulu saya pertama kali investasi itu di tahun 2017-2018 ya, itu fluktuasinya itu bahkan jauh melebihi ini. Jadi kalau dulu 15%, 20% in one day, itu biasa," ujarnya.
Baca Juga
"Dulu ya di zaman itu, bahkan 30-50% itu biasa dalam satu hari, Bitcoin. Sekarang let's say 6-7% ya, jadi bagi kita pemain lama sebenarnya ini cuma goyangan dikit sebenarnya," tambahnya.
Menurutnya, semakin besar market cap Bitcoin, maka volatilitasnya justru akan semakin berkurang. Jordan juga menyebut, selain Bitcoin, Ethereum juga mulai menarik perhatian institusi.
"Jadi sebenarnya majority asetnya itu memang dikelola waktu itu masih yang Bitcoin asetnya. Tapi Ethereum juga sekarang sudah mulai, karena kan sekarang udah ada itu ETF Ethereum," paparnya.
Dengan semakin banyaknya institusi yang masuk, Jordan menegaskan bukan tidak mungkin aset kripto lain juga akan mendapatkan perhatian lebih di masa depan.
Di sisi lain, Jordan juga meluruskan salah satu kesalahpahaman yang sering terjadi adalah anggapan bahwa investasi di Bitcoin membutuhkan modal besar.
"Saya kan sempat sebutkan (harga satu Bitcoin) Rp 1,5-1,6 miliar, walaupun sebenarnya pada faktanya kita tidak harus berinvestasi sebesar itu. Bahkan kalau di platform kami (TRIV) itu bahkan cuma Rp 50.000 juga udah bisa investasi di Bitcoin," pungkasnya.
Baca Juga
Jordan juga menampilkan data pertumbuhan Bitcoin selama enam tahun terakhir yang menunjukkan tren positif. Hal ini membuktikan bahwa meskipun terdapat fluktuasi harga, secara keseluruhan Bitcoin tetap menunjukkan pertumbuhan yang stabil.
"Bapak Ibu lihat di sini, dari tahun ke tahun Bitcoin itu plus terus. Bahkan ini kalau kita lihat average-nya itu di bawah 60%. Ini cuma 1 kali doang yang minus di tahun 2022, minus 65%. Tapi selain itu, ini plus semua," paparnya.
Selain sebagai investasi, Jordan juga mengungkapkan bahwa institusi mulai memanfaatkan kripto untuk transaksi bisnis. "Sekitar 3-40% itu institusi di tempat kami mereka cuma untuk ngirim dan terima USDT," jelasnya.
Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan kripto sudah meluas ke berbagai kebutuhan finansial. Bahkan, institusi juga mulai memanfaatkan kripto untuk perencanaan pajak karena pajak yang hanya sebesar 0,1% dan bersifat final.
"Ini juga menjadi hal yang unik sebenarnya, karena kripto ini kan sifatnya real time. Jadi kita mau transaksi dimanapun, kapanpun kan bisa," tegas Jordan.
Dengan masuknya institusi dan berbagai inovasi dalam ekosistem kripto, Jordan pun optimistis bahwa masa depan aset digital ini masih sangat cerah. (C-13)

