Jelang Transaksi Saham Jakarta Setiabudi (JSPT) Dibuka Kembali Pekan Depan, Manajemen Ungkap Langkah Penguatan Kinerja
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) akan membuka kembali perdagangan saham PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) mulai sesi I, Senin (24/2/2025). Selain itu, saham JSPT dimasukkan dalam papan pemantauan khusus dengan mekanisme perdagangan full call auction (FCA).
“Suspensi atas perdagangan saham JSPT di pasar regular dan pasar tunai dibuka kembali mulai sesi I, 24 Februari 2025,” tulis penguman resmi manajemen BEI di Jakarta, kemarin.
Berdasarkan data BEI, saham JSPT telah mengalami penghentian sementara (suspend) sebanyak empat kali dalam lima bulan terakhir. Suspensi tersebut dipicu atas lompatan harga yang tak henti-hentinya dalam setahun terakhir.
Baca Juga
Emiten Jan Darmadi (JSPT) Tambah 30% Saham di Wynncor Bali Rp 295 Miliar
Berdasarkan data perdagangan saham BEI, saham JSPT telah melesat dari Rp 1.340 pada 21 Februari 2024 menjadi Rp 21.250 pada penutupan perdagangan saham 22 Januari 2025 atau sebelum suspense terakhir. Dengan demikian, penguatan saham JSPT dalam setahun terakhir telah mencapai 1.485,82% dan kapitalisasi pasar (market cap) emiten property ini telah mencapai Rp 49,25 triliun.
Sementara itu, manajemen dalam penjelasan resminya di BEI menyebutkan bahwa JSPT berkomitmen untuk memperluas portofolio property residensial tahun ini. Di antaranya, pembangunan kondominium dan vila eksklusif di lahan seluar 4,3 hektare di Sanur, Bali.
Perseroan juga berencana mengembangkan kota terpadu seluar 660 hektare di Deli Serdang, Sumatera Utara. Hingga kini, tahap persiapan infrastruktur pengembangan kota terpadu tersebut sedang berlangsung.
JSPT juga tengah mewujudkan revitalisasi dan pengembangan sektor ritel melalui Bali Collection di Nusa Dua, Bali. Perseroan akan mentransformasi pusat perbelanjaan ini dengan sentuhan budaya local Bali dan memperkuat posisinya sebagai destinasi belanja eksklusif.
Baca Juga
Diketuai Menteri BUMN, Ini Tugas Dewan Pengawas BPI Danantara
Perseroan juga akan meluncurkan lifestyle ritel di Puri Botanical seluas 2,3 hektare di Jakarta Barat. Pusat ritel ini dirancang dengan konsep olah raga dan hiburan yang ditujukan sebagai pusat gaya hidup modern bagi komunitas setempat.
Pada bidang perhotelan, manajemen JSPT menyebutkan, perseroan sebelumnya telah meningkatkan kepemilikan saham di PT Wynncor Bali menjadi 90% saham. Wyncor mengelola hotel-hotel mewah, seperti Grand Hyatt Bali, Hyatt Regency Bali, dan Andaz Bali. “Langkah ini diharapkan berdampak signifikan terhadap kinerja keuangan konsolidasi ke depan,” tulisnya.
Manajemen perseroan menyebutkan bahwa perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan kuat sebanyak 30% per tahun, termasuk EBITDA dan laba bersih. Sedangkan pertumbuhan tahun ini diharapkan tetap kuat, seiring dengan pembangunan residensial di Sanur Bali dan mengaktifkan area komersial di Puri Botanical, pembukaan cluster perumahan baru di Puri, dan penjualan dan pembukaan cluster kedua di Medan.
