Harga Emas Dunia Menguat, Ini Penopangnya
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas menguat ke level US$ 2.928 per troy ons pada Rabu, (19/2/2025) ditopang oleh meningkatnya permintaan safe haven di tengah meningkatnya ketidakpastian perdagangan global.
Pandangan riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX) menilai, investor saat ini mencermati strategi tarif Presiden AS Donald Trump serta menantikan risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan The Fed.
“Pasar keuangan masih merespons kebijakan proteksionis Trump, terutama setelah pengumuman tarif impor baja dan aluminium minggu lalu serta rencana penerapan bea masuk timbal balik,” tulis riset ICDX, Rabu (19/2/2025).
Baca Juga
Saat Harga Emas Bullish, Saham United Tractors (UNTR) Jadi Pilihan Teratas, Ini Pertimbangannya
Pada Selasa (11/2/2025), Trump mengindikasikan rencana penerapan tarif 25% pada sektor otomotif serta bea masuk terhadap impor semikonduktor dan farmasi, yang memperkuat kekhawatiran akan gangguan rantai pasok global. Ancaman tarif lebih lanjut pada sektor otomotif, yang dijadwalkan mulai berlaku pada 2 April, turut membebani sentimen pasar.
Dari sisi kebijakan moneter, pelaku pasar kini menunggu risalah pertemuan FOMC Januari, yang akan dirilis hari ini. Pernyataan terbaru dari Presiden Federal Reserve Bank of San Francisco, Mary Daly, menegaskan bahwa kemajuan inflasi masih belum stabil, sehingga bank sentral kemungkinan tetap mempertahankan suku bunga dalam waktu dekat.
“Ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan kebijakan ketat lebih lama dapat memberikan tekanan bagi emas,” paparnya.
Baca Juga
Di sisi geopolitik, Pemerintahan Trump menyatakan pada Selasa (11/2/2025) bahwa AS siap untuk mengadakan pembicaraan lebih lanjut dengan Rusia terkait penyelesaian konflik di Ukraina, setelah pertemuan awal yang tidak melibatkan Kyiv.
“Langkah ini menunjukkan perubahan pendekatan AS dalam menangani ketegangan di kawasan, yang dapat mengurangi risiko geopolitik dan membatasi kenaikan harga emas sebagai aset lindung nilai,” ulasnya.
ICDX memproyeksikan harga emas menguat dengan support terdekat berada di kisaran US$ 2.927 - US$ 2.921. Jika tekanan jual meningkat, support berikutnya berada di level US$ 2.909. Sementara itu, resistance terdekat berada di area US$ 2.939 - US$ 2.945, dengan resistance lebih tinggi di US$ 2.957.

