Putus Tren Penurunan Kinerja, Unilever (UNVR) Siapkan Strategi Ini di 2025
JAKARTA, investortrust.id – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memfokuskan transformasi bisnis dan organisasi untuk mendongkrak kinerja keuangan tahun 2025. Aksi ini dilakukan untuk memutus tren penurunan kinerja dalam enam tahun terakhir.
Sebagaimana diketahui UNVR mencatatkan penurunan laba bersih sebanyak 30% menjadi Rp 3,4 triliun tahun 2024, dibandingkan tahun 2023 sebesar Rp 4,8 triliun. Berdasarkan data Unilver (UNVR) konsisten mencatatkan penurunan laba sejak 2019 bernilai Rp 7,39 triliun, tahun 2020 mencapai Rp 7,05 triliun, tahun 2021 Rp 5,71 triliun, tahun 2022 Rp 5,51 triliun, dan tahun 2023 Rp 4,49 triliun.
Presiden Direktur Unilever Benjie Yap mengatakan, UNVR tengah berfokus pada transformasi bisnis dan organisasi yang sudah mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham baru-baru ini, seperti divestasi bisnis es Krim.
Baca Juga
Laba Anjlok 30% di 2024, Unilever (UNVR) Catat Pelemahan selama Enam Tahun Beruntun
Langkah-langkah strategis ini, kata Benjie, bagian dari komitmen perseroan untuk memperkuat posisi di pasar dan mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.
“Sepanjang tahun 2024, kami mengambil tindakan yang tegas dan berani untuk menangani masalah-masalah utama dengan semaksimal mungkin. Meskipun berbagai upaya tersebut berdampak pada kinerja jangka pendek, namun langkah-langkah ini berhasil memperkuat fundamental bisnis kami,” kata Benjie dalam paparan publik laporan keuangan UNVR 2024 secara daring, Kamis (13/2/2025).
Benjie menekankan, berbagai tindakan menata ulang bisnis perseroan telah dilakukan agar meringankan biaya dan mendorong pertumbuhan. “Kami mulai melihat progres dan kami percaya upaya-upaya ini akan membangun landasan yang lebih kuat untuk pertumbuhan jangka panjang,” tegasnya.
Adapun prioritas utama meliputi penajaman fokus pada area-area dengan potensi tinggi menyelaraskan organisasi seraya membangun talenta yang kuat dan mumpuni dibidangnya, mempertajam keunggulan merek, serta terus meningkatkan efisiensi dan pelaksanaan operasional.
Baca Juga
Unilever (UNVR) Dapat Restu Lepas Bisnis Es Krim Rp 7 Triliun
Benji menjabarkan, dengan melanjutkan kemajuan yang telah dicapai pada 2024, Perseroan akan melanjutkan transformasi Go-To-Market di 2025 termasuk memperluas jangkauan distribusi langsung dan tidak langsung, serta memastikan eksekusi yang mulus di pasar. “Selain itu, perusahaan akan meningkatan marjin laba kotor melalui efisiensi operasional dan peningkatan volume,” jelasnya.
Tak hanya itu, UNVR berkomitmen membangun brand dan portofolio yang lebih kuat dan terus berinvestasi di balik brand untuk memastikan seluruh brand tetap kompetitif dan relevan. “Karena upaya-upaya tersebut akan memberikan fondasi yang lebih kuat untuk pertumbuhan jangka panjang, Perseroan mengantisipasi akan melihat manfaat dari tindakan reset tersebut pada paruh kedua tahun 2025,” tutur Benjie.
Sebagai informasi, penurunan laba tersebut sejalan dengan pelemahan penjualan bersih dari Rp 38,61 triliun menjadi Rp 35,13 triliun. Laba usaha juga anjlok dari Rp 6,29 triliun menjadi Rp 4,41 triliun.
Unilever (UNVR) juga mencatatkan penurunan total ekutias dari Rp 3,38 triliun menjadi Rp 2,19 triliun. Total aset juga turun dari Rp 16,66 triliun menjadi Rp 16,04 triliun.

