IHSG Akhirnya Ditutup Melesat 1,74% Terdorong Saham Market Cap Besar Dipimpin Emiten Prajogo
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (12/2/2025), terbang 113,79 poin (1,74%) menjadi 6.645. Penguatan indeks terdorong lompatan saham emiten kapitalisasi pasar (market cap) besar, khususnya saham emiten Prajogo Pangestu.
Sejumlah pendorong penguatan tersebut datang dari lompatan saham TPIA sebanyak 11,28% menjadi Rp 7.400, saham BREN melesat 4,15% menjadi Rp 6,275, AMMN melesat 5,90% jadi Rp 7.175, TLKM melesat 6,90% menjadi Rp 2.480, dan BMRI menguat 1,23% menjadi Rp 4.940.
Baca Juga
Bos BRI Ungkap Gambaran Dividen Tahun Buku 2024, Nilainya lebih Besar Dibanding 2023?
Penguatan indeks juga didukung kenaikan seluruh sektor saham tertinggi dicatatkan saham sektor infrastruktur 2,90%, sektor kesehatan 2,23%, sektor keuangan 1,31%, sektor property 1,28%, sektor teknologi 1,71%, sektor consumer primer 1,26%, dan sektor energi 1,24%,
Di tengah penguatan indeks tersebut, sejumlah saham ini catatkan auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Raja Roti Cemerlang Tbk (RATA) naik 33,33% menjadi Rp 68 dan PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP) catat sebanyak 24,81% menjadi Rp 830. Kenaikan juga melanda saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUCA) sebanyak 30,23% menjadi Rp 112, PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS) naik 26,92% menjadi Rp 99, dan PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) naik 19,86% menjadi Rp 350.
Sebaliknya pelemahan melanda saham PT Sekar Laut Tbk (SKLT), PT Sekar Bumi Tbk (SKBM), PT Argo Pantes Tbk (ARGO), PT Mitra Investindo Tbk (MITI), PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII), PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).
Baca Juga
Usai Saham Multipolar Technology (MLPT) Terbang 1.877% Setahun, Manajemen Siapkan Aksi Korporasi Ini
IHSG kemarin kembali ditutup melorot sebanyak 116 poin (1,75%) menjadi 6.531. Berdasarkan data level penutupan indeks ini tercatat yang paling rendah terhitung sejak Level penutupan terendah IHSG sejak 2 Desember 2021 dan dalam 38 bulan atau lebih dari tiga tahun. Level penutupan indeks terakhir terjadi pada 1 Desember 2021 level 6.507.
Sedangkan sektor saham penekan utama indeks, yaitu saham sektor infrastruktur 3,94% dan sektor energi 3,18%. Pelemahan selanjutnya disumbangkan saham sektor transportasi 2,96%, sektor property 1,95%, sektor keuangan 1%, dan sektor Kesehatan 1,41%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor teknologi 0,53%.

