Dirut BEI: It's Time to Buy Saham Usai IHSG Anjlok 7% dalam Lima Hari Terakhir
JAKARTA, investortrust.id – Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) mengajak investor pasar modal untuk tidak takut mengambil keputusan investasi saat Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) anjlok. Bahkan, saat ini dinilai sebagai waktu tepat untuk memborong saham-saham blue chip.
Berdasarkan penutupan sesi I BEI, Selasa (11/2/2025), IHSG ditutup kembali terkoreksi sebanyak 103,96 poin (1,56%) menjadi 6.544. Koreksi ini merupakan hari kelima secara beruntun. Bahkan, IHSG catat rekor terendah baru terhitung sejak 17 Mei 2022 setelah menembus level terendah intraday 6.531 pada sesi I hari ini.
Baca Juga
Saham Indosat (ISAT) ‘Babak Belur’ Usai Rilis Kinerja Keuangan di Bawah Ekspektasi
Sedangkan penurunan indeks dalam lima hari terakhir atau kurun waktu 5 Februari hingga penutupan sesi I pada 11 Februari 2025 telah mencapai 529 poin (7,47%). Penurunan beruntun lima hari ini tercatat yang paling rendah terhitung sejak pandemi Covid-19 mulai melanda Indonesia tahun 2020.
"Tinggal lihat saham-saham yang turun, seperti saham blue chip sudah turun terlalu dalam. It's time to buy (blue chip) buat investor. Pilihan ini sebagai investasi jangka panjang, bukan cuma jangka pendek," kata Iman Rachman saat ditemui di Jakarta Selasa, (11/2/2025)
Baca Juga
Kejatuhan IHSG makin Parah Capai Level Terendah Baru dalam 2,5 Tahun Terakhir
Selain itu, Iman menekankan, BEI tetap optimistis terhadap pergerakan laju IHSG tahun ini. "Jawaban kita optimis, selalu kan indeks itu kan ada berbagai macam faktor, dan gak semuanya kontrol bursa, jadi kita lihat aja indeksnya," ujar Iman kepada investortrust.id.
Sebagai catatan, IHSG tak hanya terkoreksi, bahkan mencatatkan rekor terendah baru terhitung sejak 17 Mei 2022 setelah menembus level terendah intraday 6.531 pada sesi I hari ini. Level tersebut tercatat capain terendah IHSG lebih dari 2,5 tahun terakhir.

