Harga Bitcoin Lesu, Imbas Donald Trump Umumkan Kenaikan Tarif Impor 25% untuk Aluminium dan Baja?
JAKARTA, investortrust.id - Pasar kripto mengalami tekanan usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kenaikan tarif 25% untuk impor aluminium dan baja pada Minggu (9/2/2025).
Melansir Cointeleghraph, Senin (10/2/2025), kebijakan tarif tersebut memicu ketidakpastian di pasar keuangan, termasuk sektor aset digital, yang pada akhirnya menyebabkan harga Bitcoin dan aset kripto lainnya lesu.
Harga Bitcoin sendiri saat ini berada pada level di bawah US$ 100.000. Jika melirik CoinMarketCap, Senin (10/2/2025) pukul 11.02 WIB, harga Bitcoin berada di angka US$ 96.685,55, atau turun sebesar 0,60% dalam 24 jam terakhir.
Sebelum berada di level ini, bahkan harga Bitcoin sempat turun lebih dalam ke level US$ 94.000. Sementara Ethereum juga sempat mengalami penurunan ke level US$ 2.537, sebelum ke level saat ini US$ 2.631.94.
Baca Juga
Volume Perdagangan di PINTU Melonjak 150% di 2024, AI & Meme Token Kuasai Pasar Kripto
Selain Bitcoin dan Ethereum, total kapitalisasi pasar kriptoo juga mengalami kontraksi, turun dari US$ 3,15 triliun menjadi US$ 3,10 triliun, sebelum akhirnya pulih ke US$ 3,13 triliun.
Lalu, indeks ketakutan dan keserakahan kripto menunjukkan bahwa sentimen pasar masih berada dalam zona ketakutan, dengan skor terbaru 43 dari 100, lebih rendah dibanding hari sebelumnya yang berada di level 46.
Trump mengumumkan bahwa kenaikan tarif impor ini merupakan bagian dari kebijakan proteksionisme yang bertujuan melindungi industri di dalam negeri. Ia juga mengisyaratkan penerapan traif tambahan pada berbagai produk impor, termasuk dari Uni Eropa,, yang semakin meningkatkan kekhawatiran investor terhadap dampaknya terhadap ekonomi global.
Baca Juga
Banyak Dibicarakan, Seperti Apa Peran Tether (USDT) di Pasar Kripto Global?
Sebelumnya, kebijakan serupa yang diberlakukan Trump terhadap Kanada, Meksiko, dan China pada 1 Februari lalu telah mengguncang pasar saham dan kripto. Likuidasi aset kripto akibat kebijakan tersebut diperkirakan mencapai US$ 8 hingga US$ 10 miliar.
Namun, pasar kripto mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan usai Trump menghentikan sementara penerapan tarif terhadap Kanada dan Meksiko pada 3 Februari. Meski begitu, ketidakpastian masih tinggi karena Trump tak menutup kemungkinan untuk memberlakukan kembali tarif tersebut setelah masa penghentian sementara berakhir.

