IHSG Anjlok 2,12% Berlawanan dengan Indeks Regional justru Naik
JAKARTA, investortrust.id – Koreksi indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (6/2/2025), ditutup anjlok sebanyak 148,69 poin (2,12%) menjadi 6.875. Bahkan, pergerakan indeks intraday jelang penutupan sempat anjlok lebih dari 190 poin ke level 6.830.
Penurunan indeks terkesan aneh, apalagi mayoritas bursa saham Asia ditutup menguat. Di antaranya, indeks Nikkei meleat 235 poin, indeks Hang Seng menguat 294 poin, dan indeks Strait Times Singapura naik 14,25 poin.
Penurunan makin dalam dipicu atas kejatuah hampir seluruh saham emiten top 10 market cap BEI, khususnya saham bank KBLI IV yang tersungkur dipimpin saham BMRI dengan koreksi sebanyak 7,69% menjadi Rp 5.100.
Baca Juga
Anggaran Infrastruktur Cekak, Menteri PU Minta Tambahan Rp 1.000 Triliun
Sedangkan secara sektor, penurunan terdalam dicatatkan saham sektor material dasar 2,43%, sektor industry 2,14%, sektor keuangan 2,24%, sektor transportasi 1,99%, sektor property 1,89%, sektor infrastruktur 1,29%, dan sektor energi 1,26%. Satu-satunya sektor saham naik adalah kesehatan mencapai 1,13%.
Meski IHSG anjlok, empat saham ini catatkan lompatan harga hingga auto reject atas (ARA) saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) naik 33,80% menjadi Rp 95, PT Steady Safe Tbk (SAFE) naik 24,50% menjadi Rp 376, PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) menguat 24,60% menjadi Rp 466, dan PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) naik 24,47% menjadi Rp 590. Meski tak ARA, PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) melesat 21,02% menjadi Rp 5.700.
Sebaliknya saham dengan penurunan paling dalam melanda saham PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA), PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI), PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP), PT Bank Multiarta Sentosa Tbk (MASB), dan PT Bank MandiriT bk (BMRI).
IHSG kemarin ditutup anjlok sebanyak 49,23 poin (0,70%) menjadi 7.024,23 dengan pemodal asing membuka penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 490,48 miliar. Net sell terbanyak lagi-lagi melanda saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 203,27 miliar dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 162,47 miliar.
Baca Juga
Prabowo Bahas Strategi Penguatan Investasi Mobil Listrik Nasional
Pelemahan tersebut dipicu atas penurunan sektor saham keuangan 1,40%, sektor kesehatan 1,13%, sektor consumer primer 0,79%, sektor infrastruktur 0,90%, sektor consumer non primer 0,66%, dan sektor transportasi 0,94%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor property 0,34%, sektor property 0,42%, dan sektor material dasar 0,64%.
Meski IHSG ditutup melemah, sejumlah saham ini torehkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) naik 24,93% menjadi Rp 4.710, PT Steady Safe Tbk (SAFE) melesat 24,79% menjadi Rp 302, PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) naik 24,59% menjadi Rp 1.140, dan PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) naik 24,67% menjadi Rp 374
Penguatan hingga ARA juga melanda saham PT Brigit Biofarmaka TeknologiT bk (OBAT) naik 24,21% menjadi Rp 474 dan PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) sebanyak 19,98% menjadi Rp 31.375. Sedangkan saham dari rumpun top 10 market cap yang naik paling pesat dipimpin PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dengan kenaikan 4,35% menjadi Rp 7.200.

