Ikuti Bappebti, ICDX Siapkan Strategi Dongkrak Volume Perdagangan Berjangka Komoditi
JAKARTA, investortrust.id – Indonesia Commodity & Derivatif Exchange (ICDX) sejalan dengan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) untuk memperkuat industri perdagangan berjangka komoditi tahun 2025.
Sebagaimana diketahui, Bappebti telah menetapkan sejumlah langkah strategis tahun ini, yaitu optimalisasi implementasi sistem Resi Gudang dan pengembangan pasar lelang komoditas, penguatan transaksi multilateral berbasis komoditas unggulan Indonesia, dan peningkatan implementasi bursa CPO Indonesia.
Terkait penguatan transaksi multilateral, Direktur Utama Indonesia Commodity & Derivatif Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) Fajar Wibhiyadi mengatakan, pihaknya sejalan dengan strategi Bappebti untuk meningkatkan transaksi multilateral, karena industri perdagangan berjangka komoditi ‘khitah’ transaksi multilateral.
Baca Juga
Transaksi Komoditi Syariah di ICDX Naik 66% di 2024, Tembus Rp 2,01 Triliun
“Untuk itu, beberapa langkah strategis telah kami siapkan yang tentunya untuk peningkatan volume transaksi ini,” kata Fajar dalam keterangan resmi yang diterima investortrust.id Rabu, (5/2/2025).
Langkah strategis tersebut bisa dicapai melalui edukasi dan literasi. Hal ini, menurut Fajar sangatlah penting karena masyarakat khususnya kalangan bisnis yang belum sepenuhnya memahami manfaat transaksi multilateral ini. Kemudian, dari sisi produk, Fajar menyebut pihaknya akan terus mengembangkan produk-produk multilateral yang sejalan dengan kebutuhanpasar.
“Ketiga terkait teknologi dan infrastrukturperdagangan juga akan terus kami tingkatkan untukmemberikan pelayanan prima kepada pemangku kepentingan,” sebut Fajar.
Transaksi multilateral sendiri merupakan sistem perdagangan, di mana banyak penjual bertemu banyak pembeli dan tidak saling mengenal (many to many). Transaksi ini terjadi di dalam bursa, sehinggaseluruh transaksinya otomatis terdaftar di bursa. Dalam mekanisme transaksi multilateral ini, ICDX sebagai bursa memiliki memiliki peran untuk menyediakan fasilitas dan infrastruktur kepada anggota bursa untuk melakukan transaksi.
Sedangkan Indonesia Clearing House (ICH) sebagai lembaga kliring memiliki peran dalam penjaminan dan penyelesaian transaksi, termasuk diantarany adalah mengelola Management Risiko, Margin dan juga Settlement.
Baca Juga
Bappebti Optimistis Perdagangan Aset Kripto Cetak Rekor Baru di 2025
Sebagai informasi, transaksi multilateral sepanjang tahun 2024 total transaksi mencapai 1.763.296 lot dengan notional value sebesar Rp 150 triliun. Sementara di tahun 2025 sampai dengan akhir Februari, volume transaksi multilateral tercatat sebanyak 123.126 lot dengan notional value sebesar Rp 9.978 triliun.
Adapun kontrak dengan volume transaksi terbesar adalah GOLDGR dengan volume 29.728 lot, kontrak GOLDUDMic dengan volume transaksi sebanyak 24.224 lot dan CPOTR dengan volume transaksi sebesar 14.668 lot.
Kontrak GOLDGR dan GOLDUDMic merupakan produk transaksi multilateral dengan basis komoditas emas, sedangkan CPOTR meruupakan produktransaksi multilateral dengan basis komoditas Crude Palm Oil (CPO).

