IHSG Sesi I Melesat 0,97% hingga 6 Saham Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (4/2/2025), ditutup melesat sebanyak 68,15 poin (0,97%) menjadi 7.098. Pergerakan indeks dalam rentang 7.029-7.125 dengan nilai transaksi Rp 4,57 triliun.
Rebound indeks tersebut didukung kenaikan saham sektor material dasar 2,24%, sektor energi 1,35%, sektor property 1,17%, sektor kesehatan 1,33%, sektor konsomer non primer 0,78%, dan sektor infrastruktur 0,87%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor keuangan 0,10%.
Baca Juga
Erick Thohir Sebut Revisi UU BUMN Tandai Berdirinya BPI Danantara
Penguatan juga didukung kenaikan saham dengan kapitalisasi pasar besar ini. Di antaranya dua saham yang dikendalikan Prajogo Pangestu melesat, seperti BREN naik 5,65% menjadi Rp 8.875 dan TPIA menguat 10% menjadi Rp 8.250. Begitu juga denga saham DSSA yang dikendalikan Sinarmas ini naik 6,59% menjadi Rp 53.000.
Di tengah rebound tersebut, sejumlah saham ini catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA) PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) naik 34,84% menjadi Rp 89, PT Golden Flower Tbk (POLU) naik 25% menjadi Rp 2.350, dan PT Tira Austenite Tbk (TIRA) naik 24,79% menjadi Rp 755.
Kenaikan hingga ARA juga melanda saham PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) melesat 24,65% menjadi Rp 1.340, PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) naik 24,49% menjadi Rp 915, dan PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) naik 19,95% menjadi Rp 26.150.
Baca Juga
Sebaliknya penurunan paling dalam melanda saham berikut, yaitu saham PT Lion Metal Works Tbk (LION), PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ), PT Link Net Tbk (LINK), PT Koka Indonesia Tbk (KOKA), dan PT Wijaya Chaya Timber Tbk (FWCT).
Kemarin, IHSG, Senin (3/2/2025), ditutup terjerembab sebanyak 79,14 poin (1,11%) menjadi 7.030. Penurunan saat penutupan terpantau melambat, dibandingkan penutupan sesi I dengan koreksi sebanyak 161,43 poin (2,27%) menjadi 6.947,77.
Koreksi tersebut dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, terparah saham sektor material dasar anjlok 1,76%, sektor properti 1,75%, sektor consumer primer 1,57%, sektor consumer non primer 1,13%, sektor infrastruktur 1,52%, dan sektor industru 0,76%. Sebaliknya satu-satunya yang menguat sektor teknologi 1,90%.

